Dare to Dream

Salah satu semboyan yang umum di antara para terpidana yang dijatuhi hukuman mati di penjara federal Amerika adalah “Anda tidak mempunyai harapan sedikit pun.”  Ini memang pernyataan yang menyedihkan dan penuh keputusasaan, yang merampas harapan sekecil apapun yang dimiliki para terpidana mati.  Seakan-akan dikatakan, “Anda sebentar lagi akan mati. Anda tidak punya penghasilan.  Anda bahkan tidak memiliki hidup untuk diperjuangkan—karena engkau pasti mati sebentar lagi.  Anak-anakmu malu mengakui mereka punya orang tua penjahat sepertimu.  Istri atau suamimu memilih untuk menutup mata dan tidak datang mengunjungimu.  Lagipula, tidak heran jika surat cerai dari pasanganmu akan segera tiba.

Engkau mungkin masih akan hidup beberapa hari lagi, namun jangan berharap sesuatu akan dapat berubah.  Tidak ada yang akan berubah!  Jangan harapkan apa pun akan menjadi lebih baik.  Anda sedang mendapatkan yang layak anda terima.  Anda tidak punya harapan sedikit pun!  Jangan bermimpi!”

Walaupun kehidupan seperti ini begitu terasa nyata dalam penantian para terpidana di dalam penjara, namun sedihnya, banyak orang yang hidup di dunia juga “terpenjara” dalam dirinya sendiri.  Ada banyak orang hidup secara fisik, namun mati secara jiwa dan emosi. Mereka bangun di pagi hari, makan pagi, beraktifitas sepanjang hari, makan siang, makan malam, dan tidur kembali—tanpa tahu untuk apa mereka terbangun di pagi harinya hanya untuk melewati waktu tanpa tujuan yang pasti.

Kita terpenjara dalam kehidupan yang tidak berarti, tidak berani bermimpi karena semua kepahitan dan kekecewaan kita akan hidup kita.  Betapa banyak sadar-tidak-sadar, berkata dalam jiwanya, “Inilah hidupku yang tidak ada apa-apanya.  Ini sudah terbaik yang bisa saya dapatkan. Segala sesuatu tidak akan menjadi lebih baik!  Jadi lewati sajalah hidup sehari demi sehari.”

Betapa menyedihkannya kehidupan seperti ini!  Apakah memang Tuhan mengatur kehidupan beberapa orang untuk menjadi pecundang?  Apakah memang “nasib” tidak dapat diubah karena telah Tuhan tetapkan?  Apakah memang kita tidak boleh bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik?  Mengapa penting untuk bermimpi?  Apa yang Tuhan katakan mengenai kehidupan yang penuh kepahitan dan kekecewaan seperti ini?

Markus 2:22 menulis, “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”  Buanglah kantung kulit yang lama itu!

Berabad-abad yang lalu, anggur disimpan dalam kantung kulit anggur, bukan dalam botol.  Kulit hewan dikeringkan dan diawetkan sampai kulit tersebut dapat dibentuk menjadi bejana untuk menyimpan anggur. Jika kantung itu baru, sifatnya lembut dan mudah ditekuk; tetapi jika sudah tua, kantung tersebut kehilangan kelenturannya.  Ia tidak mempunyai daya pegas lagi. Kantung tersebut menjadi keras dan kaku, serta tidak dapat membesar.  Jika seseorang mengisikan anggur yang baru ke dalam sebuah kantung kulit tua, bejana itu akan pecah dan anggur tersebut akan tumpah.

Memang menarik, saat Yesus ingin mendorong para murid untuk memperbesar visi mereka, Ia mengingatkan mereka, “Anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantung kulit yang lama.”  Tuhan Yesus sedang mengatakan bahwa tidak dapat mempunyai kehidupan yang lebih baik dengan sifat dan sikap yang terbatas dan kaku. Pembelaran ini masih terus relevan sepanjang masa.

Kita kaku dalam cara-cara pikir kita, terbelenggu oleh sudut pandang kita, dan terhenti pada cara berpikir kita. Tuhan sedang berusaha melakukan sesuatu yang baru, tetapi tanpa kita mau berubah, tanpa kita mau memperluas dan memperbesar visi ktia, kita akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

Kita mungkin berkata, “Ko, tidak mungkin ada yang baik dalam diriku. Aku miskin. Keluarga payah. Apa yang baik yang mungkin bisa terjadi dalam hidupku?”

Yang lain mungkin berkata, “Memikirkan masa depan? Sekarang saja aku sudah putus sekolah. Menyesal juga tidak menolong. Apa yang baik yang masih mungkin terjadi pada orang payah seperti aku?”

Ada juga yang mungkin berpikir, “Sudah-sudahlah bicara tentang harapan yang lebih baik.  Aku sudah dengar banyak janji dari khotbah dan Alkitab, tapi toh kehidupanku tetap saja tidak berubah sampai sekarang.”

Satu-dua di antara kita mungkin berseru dalam hati, “Aku tidak percaya!  Aku tidak percaya Tuhan sanggup mengubah orang-orang yang terus menyakiti aku sepanjang hidupku.  Buktinya, aku masih terus dalam keadaan ini sekarang.  Aku benar-benar tidak ada harapan lagi untuk bahagia.”

Inilah kantung kulit lama kita. Pikiran-pikiran yang menjebak kita sendiri untuk tidak lagi punya harapan untuk kehidupan yang lebih baik.  Kita berhenti berharap dan berhenti bermimpi.  Beberapa di antara kita mungkin berhenti berdoa karena hal yang sama.

Kabar baiknya hari ini adalah bahwa Tuhan ingin memperlihatkan kemurahanNya yang luar biasa.  Ia ingin mengisi hidup kita dengan anggur yang baru.  Janji berkat dan pemulihan.

Masalahnya, adalah apa kita mau membuang kantung kulit lama kita?  Maukah kita memperbesar visi anda dan menyingkirkan cara-cara berpikir negatif yang membuat kita tertahan jauh dari berkat Tuhan?

Ilustrasi. Sejak kecil Tara Holland memimpikan menjadi Miss Amerika. Pada tahun 1994, ia mengikuti kontes Miis Florida dan memenangkan hanya runner-up. Ia memutuskan kembali mencoba tahun berikutnya.  Dan Ia gagal untuk kedua kalinya. Tara tergoda untuk kecewa dan putus asa, tetapi ia tidak melakukannya. Ia tetap memusatkan perhatiannya pada apa yang Ia inginkan.

Ia memutuskan bahwa ia perlu mengubah lingkungan hidupnya. Karena itulah, ia pindah ke Kansas dan pada tahun 1997, Ia mengikuti kontes Miss Kansas dan memenangkan mahkota. Pada tahun yang sama ia pergi mengikuti kompetisi yang lebih tinggi dan berhasil dimahkotai sebagai Miss Amerika.  Sebuah impian yang menjadi kenyataan yang telah begitu lama diusahakannya.

Dalam sebuah wawancara setelah kontes itu, seseorang bertanya apa yang menjadi rahasia keberhasilannya.  Ia mengaku bahwa setelah kalah dua kali berturut-turut ia telah tergoda untuk menyerah, tetapi sebaliknya ia pergi dan menyewa belasan video kontes lokal, kontes negara bagian, Miss Teen, Miss Universe, Miss World—apapun rekaman yang dapat ditemukannya. Ia menyewa ratusan video dan menontonnya berkali-kali.

Setiap kali ia menonton banyak wanita muda seusianya itu dimahkotai sebagai pemenang, Tara membayangkan dirinya sendiri dalam situasi tersebut.  Ia setiap hari membayangkan bahwa ia berjalan di sepanjang landasan kemenangan. Tidak jarang ia bahkan bermimpi dalam tidurnya memenangkan mahkota. Sampai akhirnya, Ia sungguh meraih apa yang diimpikannya.

Memandang dirinya sendiri sebagai seorang pemenang, kata Tara, adalah kunci keberhasilannya.

Tara Holland menyadari bahwa ia tidak akan pernah menjadi seorang pemenang sebelum ia sendiri sungguh dapat memandang dirinya sebagai seorang pemenang.  Ia harus memprogram kembali pikirannya—menyingkirkan sebanyak mungkin kenangan kekalahan yang menyakitkan.  Ia harus mengubah visi dirinya bukan sekadar sebagai juara kedua (runner-up) tetapi “melihat” visi yang lebih tinggi sebagai juara.  Tara Dawn, along with her husband Jon, is the founder of Cross & Crown Ministries, based in Omaha, NE. They are currently traveling the globe with appearances scheduled in Peru, Sudan, Italy, and Germany, as well as in the U.S.

Tuhan mempunyai begitu banyak hal yang disimpanNya untuk Saudara. Mulailah membuat ruangan untuk apa yang sedang anda impikan—seberapa pun terasa mustahilnya.  Lihatlah itu dalam diri kita.  Mulailah melihat diri anda sendiri sedang naik ke tingkat yang lebih tinggi, melakukan sesuatu yang berarti, hidup dalam rumah impian Saudara.  Beranikanlah diri.  Mulailah melihat kehidupanmu berubah.  Lihatlah orang-orang yang pernah dan sedang menyakitimu berubah.  Lihatlah dirimu yang lebih berbahagia karena tidak lagi menyimpan luka batin dan dendam.  Lihatlah Tuhan mengubahkan ratap kita menjadi tarian.  Lihatlah dirimu pindah ke rumah yang lebih baik dari sekarang beberapa tahun ke depan.

Lihatlah dengan mata rohanimu yang bersih bagaimana Tuhan akan membuat gereja kita penuh sesak 4-5 tahun ke depan.  Karena inilah yang telah saya lihat sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s