Christmas Crashers: Business & Busyness

Penghancur Natal:  Bisnis dan Kesibukan

Sebagai gembala sidang dan pengkhotbah, natal selalu datang lebih awal setiap tahun buat saya.  Setidaknya sejak September saya sudah mulai serius memikirkan seri khotbah natal sebagai PR setiap hari.  Hampir setiap hari aktifitas yang serupa berulang: dari memperhatikan (ulang) perikop natal di Alkitab, membaca artikel seputar natal, mencari ide dari internet, sampai mendengar beberapa khotbah natal dari pengkhotbah-pengkhotbah favorit saya.  Tentu saja, beragam aktifitas ini membuat “salju” natal datang lebih awal menyentuh hati dan pikiran.

Minggu lalu, akhir pekan awal Desember, saya sendiri sudah menikmati dua kali ibadah natal dimana saya diundang untuk berkhotbah: Sabtu (5/12) di natal distrik kaum muda Methodis dan Minggu (6/12) di Natal Perkantas. Dua ibadah itu diisi dengan riuh rendah keceriaan dan kehangatan natal yang selalu menghangatkan hati.  Lagu-lagu pujian yang hanya dinyanyikan pada bulan Desember, dekorasi ruangan yang khas, beragam pengisi acara yang memeriahkan perayaan. Hmm, sepertinya sudah sangat lama saya tidak merasakannya.  Natal bukan lagi semakin dekat, tetapi sesungguhnya sudah tiba–setidaknya bagi saya!

Saya berpikir, apakah anda merasakan hal yang sama?  Apakah anda sudah mulai merasakan kehangatan natal dihati anda?

Ini pertanyaan refleksi yang penting ditanyakan saat ini, sebelum semua ibadah dan perayaan berdatangan untuk kita hadiri.  Karena jika kita tidak menyiapkan hati untuk Tuhan, natal ini akan berlalu tanpa arti.  Melewati natal tanpa arti dan tanpa hati, sama dengan membiarkan Bayi Natal itu lagi-lagi tergeletak di palungan sementara kita berpesta di dalam rumah yang nyaman.  Ini yang saya rindu selalu kita ingat sebelum semua rangkaian ibadah dan perayaan datang.

Ada dua hal yang bisa mengacaukan fokus hati kita pada Tuhan natal ini: business  (bisnis atau urusan pribadi) dan busyness  (kesibukan).

Yang pertama, business. Jika kita membiarkan urusan dan kesibukan bisnis, urusan toko, pekerjaan dan uang menguasai hati kita, maka jangan heran jika natal akan berlalu tanpa arti.  Natal ini mengapa tidak mempercayakan berkat anda pada Tuhan, dan datang dengan sepenuh hati lebih dahulu dalam ibadah pada Tuhan Yesus.  Ingatlah, bahwa berkat natal utama bukanlah uang, tetapi kehadiran Tuhan dalam hidupmu.

Kedua, busyness. Jika kita membiarkan kesibukan mempersiapkan pelayanan natal menguasai hati dan pikiran kita, jangan heran jika anda hanya akan menghela nafas lega karena natal berlalu; dan bukan tersenyum haru dalam kebahagiaan karena kelahiran Tuhan Yesus.  Ingatlah bahwa semua pelayanan ini kita lakukan untuk Tuhan. Karena itu, jangan biarkan kesibukan dan rasa lelah membuatmu kehilangan fokus dan menjadi pengeluh atau pemarah akan banyak hal yang tidak beres.  Ingatlah, Tuhan tidak tersenyum karena hasil dekorasi, performance atau apapun yang kau lakukan, tetapi Tuhan tersenyum jika Ia menemukan hatimu ketika engkau melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s