The Power of Now

Pendahuluan. Suatu hari Iblis memanggil semua anak buahnya untuk mengadakan suatu rapat. Ia meminta setiap iblis yang hadir memberikan usulannya bagaimana membinasakan jiwa manusia. Satu per satu setiap iblis [anggota rapat itu] memberikan usulan mereka masing-masing. Kemudian salah satu iblis yang brilian maju ke depan dan berkata, “Saya mau mengatakan kepada kalian semua apa yang akan saya lakukan.. Mari kita katakan kepada manusia bahwa ada Alkitab; bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Mari kita katakana kepada manusia bahwa ada Sorga dan Neraka yang riil; bahwa orang-orang yang mati tanpa Juruselamat akan pergi ke Neraka; dan bahwa orang-orang yang percaya kepada Kristus, ketika mereka mati, mereka akan pergi ke Sorga. Mari kita katakan kepada manusia bahwa Allah mengasihi mereka dan menyediakan jalan agar mereka dapat diselamatkan. Mari kita katakan kepada mereka bahwa mereka harus diselamatkan, tetapi mari kita juga katakan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu diselamatkan hari ini. Mari kita katakan kepada mereka tunggulah sebentar.” Dan usulan ini disetujui oleh semua iblis yang hadir bahkan oleh Setan sendiri dan akan digunakan sebagai strategi untuk membinasakan manusia lebih banyak lagi.”

R.A. Torey berkata bahwa orang yang bijaksana adalah, ketika ia melihat sesuatu untuk dikerjakan dan kemdian ia segera atau langsung mengerjakannya. Namun orang bodoh, ketika ia melhat sesuatu untuk dikerjakan, ia berkata, “Ya, itu harus saya kerjakan, tetapi saya belum mau mengerjakannya sekarang.”

Dan Torrey juga mengaplikasikan ini dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bahwa rahasia sukses adalah jika melihat sesuatu untuk dikerjakan dan kemudian langsung mengerjakannya, namun rahasia kegagalan adalah melihat sesuatu untuk dikerjakan, kemudian berkata, “Ya saya akan kerjakan itu, tetapi bukan sekarang.

Mengapa banyak orang ingin hidupnya berubah namun tidak pernah berubah? Mengapa anda ingin hidup anda berubah namun tidak pernah terjadi? Minggu lalu, kita belajar bahwa hidup kita tidak berubah karena karena kita tidak melakukan perubahan. Tidak pernah membuat terobosan. Hari ini, saya berikan anda alasan kedua mengapa kita tidak berubah seperti yang kita harapkan? Yaitu, karena kita suka menunda. Kita harus mengambil langkah terobosan saat ini!

Iblis sangat tahu kuasa “saat ini”. Iblis paling tahu bahwa saat ini, sekarang, memiliki kuasa yang luar biasa untuk sebuah kehidupan yang diubahkan. Satu hal yang paling iblis benci dari detik ini adalah bahwa itu adalah kesempatan terbaik untuk kita berubah. Iblis akan menggunakan segala macam cara agar kita tidak berubah sekarang!

Hari ini kita akan belajar bahwa untuk menikmati hidup yang luar biasa,

kita harus membuat terobosan… sekarang juga!

Kejadian 12:1-2,4. 1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.

Abraham tidak menunda. Sekalipun itu secara manusiawi sangat beresiko dan serba tidak pasti. Abram melangkah dengan yakin segera. Segera. Ia tidak menunda.

Dari Abraham, kita belajar bahwa radikal berarti…

1. Perubahan Fokus. Rela meninggalkan kenyamanan saat ini untuk kehidupan yang lebih baik. Fokusnya tidak lagi pada agenda pribadi yang bisa keliru dan gagal, tetapi pada agenda Tuhan yang merancangkan masa depan yang luar biasa bagi kita. Fokusnya tidak lagi kenyamanan pribadi, tetapi rencana Tuhan yang indah.

2. Perubahan Sekarang Juga. Prinsip Kesegeraan. Tidak menunda. Berubah sekarang juga!

Salah satu hal yang akan menjauhkan anda dari perubahan yang anda impikan adalah penundaan. Bukan Tuhan, bukan setan, bukan keadaaan, bukan pula orang lain… tetapi anda sendiri yang menundanya terjadi.

Penundaan sangatlah fatal. Besok-besok saya akan ke dokter gigi. Nanti saya akan coba menjalani pembedahan. Suatu hari nanti baru saya akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Suatu hari nanti… akan sungguh-sungguh percaya pada Tuhan Yesus, akan aktif dan melayani di gereja. Minggu depan saya akan mulai bangun pagi. Setelah menikah nanti saya akan melepaskan dosa seksual yang tersembunyi ini. Tahun depan saya akan mulai konsentrasi untuk bangun usaha sendiri. Setelah dapat tanda dari Tuhan, tahun depan saya baru akan melakukan perubahan.

Nanti. Nanti. Dan nanti. Kenyataannya, itu tidak akan pernah terjadi! Inilah kebodohan terbesar yang kita pilih untuk lakukan… menunda.

Ilustrasi. Ketika Tuhan menuntun Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tekanan Mesir, Firaun tentu saja melakukan segala cara untuk menggagalkan rencana itu. Namun, tentu saja Firaun sama sekali tidak memiliki kuasa apapun untuk menghalau rencana Tuhan. Kita kemudian mengenal peristiwa yang sangat populer, Tuhan membelah Laut Teberau. Dengan dinding air yang secara ajaib terbentuk, seluruh bangsa Israel berjalan kering di dasar laut itu. Hebat!

Tetapi tidak banyak yang cukup memperhatikan dahsyatnya teguran Tuhan atas Firaun dan Mesir sebelum peristiwa luar biasa itu terjadi. Ada peristiwa sepuluh tulah yang menimpa Mesir. Tulah kedua adalah katak. Alkitab mengatakan bahwa ada katak dimana-mana. Dari selokan, sungai, tanah kering, atap rumah, dinding rumah, bahkan istana Firaun pun diselimuti katak yang tak terhitung jumlahnya. Kita bisa bayangkan keadaannya pasti sangatlah kotor, jorok dan menjijikkan.

Akhirnya Firaun memanggil Musa dan berkata, “Baiklah Musa, saya menyerah.” Musa bertanya, “Kapan engkau mau katak-katak itu disingkirkan?” Dan jawaban Firaun… apa? Dia berkata, “Besok.” Firaun pasti sudah gila! Mengapa harus menunggu lebih lama untuk mengusir katak? Mengapa harus menunggu lewat satu malam lagi dalam kondisi sangat buruk dan menjijikkan itu?

Firaun bisa meminta segera, “Singkirkanlah katak-katak itu sekarang juga!” Tetapi Ia berkata, “Besok!”

Inilah yang sering kita lakukan, bukan? Kita sering menunda perubahan yang kita tahu sangat baik untuk kita sendiri. Kita sering berkata, “Besok, minggu depan, setelah ini, setelah itu, nanti saya akan berubah…”

Ada beberapa alasan mengapa kita menunda?

  1. Masih terjebak dengan pola pikir lama
  2. Anda merasa nyaman dengan kondisi yang begitu-begitu saja (bisa jadi ini tanpa disadari)
  3. Malas untuk belajar yang baru dan melangkah
  4. Takut gagal
  5. Terlalu keras kepala untuk berubah.

Apapun alasannya kita begitu sering menunda. Dan inilah hambatan kita untuk menikmati berkat, kelepasan, pertolongan dan pemulihan yang luar biasa dari Tuhan!

Tuhan memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan. Tuhan menyediakan bagi saudara dan saya berkat-berkat yang bahkan tidak pernah kita pikirkan atau bayangkan. Tuhan tidak pernah gagal untuk memberkati kehidupan kita setiap hari dengan berkat yang baru. Kitalah sesungguhnya yang menunda berkat Tuhan dalam kehidupan kita karena pilihan yang kita ambil.

Karena itu, kita tidak dapat menyalahkan Tuhan jika kita yang memilih untuk menunda mempercayainya. Menunda bagian perubahan yang harus kita lakukan.

Seberapa sering anda menunda melalukan sebuah terobosan? Berapa banyak berkat yang telah lewatkan karena menunda? Banyak. Sangat banyak. Terlalu banyak. Seharusnya anda menyesali setiap penundaan yang anda lakukan.

Tetapi, ini kabar baiknya bagi anda… tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi! Anda tidak akan pernah gagal, kecuali anda menyerah dan tetap tidak melakukan perubahan saat ini. Tidak ada kata terlambat jika anda mulai berubah saat ini. Masih ada begitu tidak terhitung berkat yang Tuhan siapkan bagi kita di depan. Kita hanya perlu mulai berubah sekarang juga!

Anda mungkin dibebani dengan banyak persoalan. Tetapi, di dalam Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Never say “Impossible!” With God, everything is possible. Jadilah tenang. Percayalah kepada Allah. Jangan mau dikendalikan oleh situasi kondisi yang buruk di sekitar kita untuk berubah. Jangan membuat alasan untuk penundaan.

Apa lagi yang anda tunggu? Sekarang juga anda dapat berkata, “Tuhan Yesus, ambillah kehidupanku. Semua yang baik dan buruk. Ambillah setiap bagian kehidupan saya utuh untuk diubahkan menjadi baru.”

Tunggu apa lagi? Lakukan perubahan sekarang juga!

Jika anda menyimpan kemarahan dan kebencian pada seseorang, lepaskanlah pengampunan sekarang juga! Dan terimalah kelegaan dari Tuhan.

Jika anda ingin berhenti merokok untuk menikmati berkat kesehatan dari Tuhan, buang bungkus rokok dalam kantong anda sekarang juga!

Jika anda menyimpan banyak ketakutan akan masa depan, lepaskan ketakutan anda kepada Tuhan sekarang! Katakan aku percaya Tuhan memelihara hidupku.

Jika anda ingin berhenti dari kebiasaan buruk, berhentilah sekarang juga. Jangan katakan nanti. Katakan mulai sekarang, “Apapun godaannya, aku tidak akan melakukannya lagi!”

Jika usaha anda dalam kondisi sepi dan omzet turun selama ini, jangan tunggu lagi. Lakukan strategi yang berbeda sekarang juga. Perbaharui cara anda melayani pelanggan anda sekarang juga. Bahkan ubah bisnis anda sesegera mungkin.

Sulitnya Berserah. Sebuah dongeng dari India Selatan bercerita tentang seorang anak laki-laki yang sangat suka bermain kelereng. Ia setiap hari punya kebiasaan berkeliling di perumahan sekitar rumahnya dengan kantong yang penuh berisi kelereng-kelereng terbaiknya, berharap menemukan lawan main. Ia memiliki sebuah kelereng berwarna biru yang istimewa karena selalu menang dalam banyak permainan yang Ia mainkan.

Suatu hari Ia bertemu dengan seorang gadis kecil seusianya yang sedang menikmati sekantong penuh coklat. Walaupun anak laki-laki itu sangat menyukai kelereng-kelerengnya, Ia rupanya kelemahan kalau soal makan coklat. Ketika beberapa saat Ia berbicara dengan gadis kecil itu, Ia merasa air liurnya bergejolak dan perutnya terasa tidak nyaman karena menginginkan coklat gadis itu.

Kemudian, Ia pun berkata kepada gadis kecil itu, “Bagaimana jika aku memberikan kepadamu seluruh kelerengku untuk ditukar dengan coklat itu?” “Baiklah, itu cukup adil.” Maka anak laki-laki itu pun memasukkan tangannya ke dalam kantong, namun tangannya yang terlatih sangat tahu yang mana kelereng birunya yang istimewa itu. Ketika Ia menemukannya, diam-diam Ia menyembunyikan kelereng itu di bagian bawah kantongnya dan mengambil semua kelereng yang lain keluar.

Setelah Ia menyerahkan kelereng-kelerengnya dan mendapatkan butir-butir coklat, Ia merasa sangat senang karena Ia pikir usahanya membodohi gadis kecil itu berhasil. Tetapi, ketika Ia mulai memakan satu per satu coklat itu, Ia merasa dikerjain juga oleh gadis kecil itu dan balik bertanya, “Hei, apa kamu sudah memberikan seluruh coklatmu?”

Natur alami kita yang telah jatuh dalam dosa sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dengan sikap bocah laki-laki dalam cerita ini. Kita selalu menginginkan semua yang terbaik dari Tuhan. Kita menginginkan setiap doa kita dijawab. Kita ingin hidup kita diubahkan sepenuhnya oleh Tuhan. Kita ingin diberkati sempurna oleh Tuhan. Kita ingin merasa dekat dengan Tuhan. Kita sangat ingin semua berkat terbaik Tuhan dicurahkan dalam kehidupan kita. Hidup kita berubah total menjadi baik seutuhnya. Kita ingin semua yang terbaik dari Tuhan. Tetapi… kita tidak rela melepaskan semua yang kita nikmati saat ini.

Setiap kita memiliki sebuah “kelereng biru” yang kita tidak rela lepaskan. Tidak rela kita berikan. Itu bisa jadi adalah kebiasaan buruk kita yang biasa kita lakukan ketika sendirian. Tidak seorang pun tahu. Dosa pribadi kita yang tersimpan rapat. Dosa yang masih tidak rela kita buang dan lepaskan.

Kita berusaha menyembunyikannya, tetapi sesungguhnya Tuhan selalu tahu.

Itulah yang menahan berkat terbaik Tuhan buat kehidupan kita. Karena itu, mari lepaskan apa yang harus kita lepaskan saat ini juga. Jangan menunda. Mari kita lakukan apa yang harus kita lakukan… SEKARANG!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s