Merindukan Perubahan

Majalah Time Asia edisi 5 Agustus 2002 merupakan edisi yang sangat menarik. Topik utama edisi itu tertulis sangat menonjol pada covernya, “Changing Faces”, dengan foto seorang wajah seorang wanita yang dikelilingi oleh bermacam peralatan bedah—gunting, pisau kecil, pisau iris, dsb. “Changing Faces” atau Mengubah Wajah, itulah topik utama edisi itu—mengulas secara detil mengenai tren operasi plastik atau operasi kecantikan di Asia. 

Hasil penyelidikan Time menunjukkan betapa banyaknya orang—baik pria maupun wanita—yang berkonsultasi kepada dokter atau ahli kecantikan untuk memperbaiki penampilan fisiknya. Operasi kecantikan di Asia menjadi booming pada tahun-tahun belakangan ini.

  • Di Taiwan saja ada sekitar satu juta prosedur operasi kecantikan yang dilakukan pada tahun 2001.
  • Di Korea, para ahli bedah memperkirakan sedikitnya satu dari sepuluh orang dewasa menerima operasi perbaikan penampilan fisik
  • Masyarakat Jepang menghabiskan sedikitnya 100 juta dolar US setahun untuk memperbaiki penampilan
  • Indonesia (pada tahun 2002) hanya memiliki 43 ahli bedah plastik yang berlisensi atau yang diakui, namun di ibukota Jakarta saja sedikitnya terjadi 400 prosedur operasi ilegal untuk memperbaiki penampilan dengan menggunakan silikon.
  • Yang lebih hebat lagi… Thailand. Pemerintah Thailand saat ini mendukung adanya tur bagi kaum wisatawan untuk melihat dan mencoba operasi plastik. Ada tur khusus untuk itu!

Satu kalimat dalam artikel itu sangat menarik perhatian. “What we won’t do for beauty”—apa yang tidak akan kita lakukan demi kecantikan?  Di Asia dan di seluruh dunia semua orang berupaya untuk mendapatkan penampilan terbaiknya.

Setiap kita selalu berusaha membeli baju yang bagus untuk kita kenakan, kita menggunakan shampo ini, sabun itu, odol pemutih gigi ini, parfum itu, lipstik ini, bedak itu, dst… hanya dengan satu tujuan.. menutupi “kekurangan” atau “kejelekan” kita. Kita ingin menjadi “manusia baru” yang lebih cantik, lebih gagah, lebih tampan, lebih menarik; namun sesungguhnya tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah “diri” kita dalam natur dan keberadaan dasarnya. Kita hanya menutupi permukaan luar diri kita saja. Tidak lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s