Mengapa Kita Tidak Membutuhkan “Hari” Natal

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. [Lukas 2:20]

Perjumpaan banyak orang dengan Kristus dalam Perjanjian Baru telah menjadi natal yang mengubahkan bagi masing-masing pribadi. Keistimewaan berkat natal pertama itu telah diberikan kepada para gembala. Malam itu Yesus bukan hanya lahir di Betlehem, namun bayi natal itu lahir juga dalam hati para gembala. Dan itulah alasan mengapa sejak hari itu diubahkan menjadi gembala yang tidak biasanya lagi. Kehidupan mereka tidak lagi datar dan monoton, dikatakan, “kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang telah mereka dengar dan mereka lihat.”

Dan sejak hari itu, natal tidak pernah berhenti terjadi sampai hari ini.

Secara etimologis, natal memiliki arti harafiah “lahir” atau “kelahiran”. Dan kelahiran bayi Yesus di Betlehem duaribu tahun yang lalu, tidak lebih penting daripada kelahiran Tuhan Yesus dalam hidup kita.

Seperti Bartimeus, si buta, yang mengalami natal ketika Tuhan mencelikkan matanya. Hidupnya diubahkan. Ia tahu persis betapa ia diberkati. Hari perjumpaannya dengan kasih karunia Kristus adalah hari natal pribadi. Kelahiran barunya. Hari itu telah menjadi natal baginya sekalipun ia sama sekali sekali tidak pernah bertemu dengan bayi Yesus. Namun, hidupnya tidak lagi pernah akan sama. Perjumpaannya dengan Kristus telah menjadi natalnya.

Dan firman Tuhan berkata orang-orang yang menerima kasih karunia Kristus kemudian hidup untuk memuliakan nama Tuhan. Mereka menceritakan segala pekerjaan ajaib yang telah Tuhan Yesus lakukan. Mereka menceritakan natal mereka untuk dapat menjadi natal bagi orang lain.

Beberapa catatan Injil Lukas menjelaskannya dengan indah.

Luk. 5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. [Seorang lumpuh yang dibawa di atas tempat tidur]

Luk. 13:13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. [Seorang wanita yang telah kerasukan setan selama 18 tahun sehingga sakit bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri tegak]

Luk. 17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. [Yesus menyembuh 10 orang kusta]

Luk. 18:43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah. [Yesus menyembuhkan seorang buta, Bartimeus (Mat. 20)]

Dalam hal ini, natal mereka telah menjadi natal yang bersifat kronos (momen yang mengubahkan kehidupan secara progresif, tidak terbatas waktu tertentu); bukan kairos (satu momen yang berlangsung sekali dan selesai). Sangat mungkin bahwa orang-orang yang disentuh oleh kasih karunia Kristus ini hanya bertemu dengan satu kali itu saja dalam hidup mereka. Dan, saya yakin, masing-masing pribadi juga tidak mengadakan perayaan sentuhan ajaib Kristus dalam hidupnya setahun sekali pada tanggal tertentu. Natal, perjumpaan mereka yang pertama dan satu-satunya dengan Kristus itu saja cukup untuk mengubahkan kehidupan mereka.

Paulus, misalnya, tidak pernah memperingati natal pribadinya dengan Tuhan di ruas jalan ke Damsyik. Dan Ia terus progres dalam pelayanan dan hatinya untuk Tuhan. Apakah kehidupannya begitu sempurna dan tenang sehingga Ia tidak perlu mengingat kembali pertobatannya yang ajaib setahun sekali pada waktu tertentu? Tentu tidak! Kita tahu bahwa Paulus dapat dikatakan adalah seorang rasul yang paling banyak mengalami bencana dan penganiayaan. Namun, natal pertamanya cukup untuk membuatnya hidup sebagai pribadi yang mendapatkan kasih karunia.

Saya harap Saudara tidak salah menangkap maksud saya. Saya tidak sedang berkata bahwa perayaan natal kita beberapa hari ini sesungguhnya tidak penting dan tidak berarti. Tidak. Saya juga tidak sedang berkata, “Marilah mulai tahun depan kita berhenti merayakan natal dengan acara-acara setiap sekitar tanggal 25 Desember.” Tentu ini pun tidak. Yang ingin firman Tuhan ajarkan adalah bahwa sesungguhnya yang lebih penting adalah natal dalam diri kita yang sejati dan yang mengubahkan kehidupan kita secara progresif setiap hari sepanjang tahun—sampai waktunya Tuhan bagi kita tiba.

Mengapa kita tidak membutuhkan hari atau perayaan Natal? Mengapa sesungguhnya kita tidak membutuhkan perayaan setiap tahunnya?

Karena kasih karunia yang telah Allah berikan sebagai natal pribadi kita itu seharusnya cukup untuk membuat kita tidak berhenti memuliakan Allah. Toh, Perjanjian Baru sama sekali tidak mengajarkan dan meneladankan untuk merayakan hari kelahiran Kristus. Dan orang-orang yang Tuhan jamah tidak pernah merasa harus membuat gathering atau berkumpul setahun sekali dengan orang lain yang punya pengalaman yang sama untuk saling memotivasi ulang.

Natal seringkali hanya menjadi momen refreshing rohani setahun sekali. Jika kita terlalu mengagungkan natal sebagai perayaan, kita mudah sekali terjebak dengan aktifitas rohani yang menggila setiap bulan Desember.

Kalau persiapan natal, barulah kita mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Kalau hanya ibadah atau persekutuan mingguan ya latihan seadanya saja sudah cukuplah. Kalau natal, bolehlah memberikan persembahan yang banyak, tapi kalau hari-hari biasa ya seadanya sajalah. Cukup. Tentu bukan seperti ini yang Tuhan mau!

Tuhan menginginkan kita memiliki semangat dan kegairahan natal setiap hari dalam kehidupan kita.

God’s wants us to enjoy everyday christmas!

Tuhan menghendaki kita, anak-anaknya, menikmati natal setiap hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s