Iman vs Tradisi

1Timotius 1:4; 4:7

Pendahuluan.  Apakah anda tahu arti dari istilah “triskaidekaphobia” dan “tetraphobia“?   Saya kira ini pasti merupakan istilah yang sangat asing di telinga kita. Tapi, sesungguhnya, kita justru sangat dekat dengan artinya.  Triskaidekaphobia adalah istilah bagi orang-orang yang takut dengan angka 13 yang seringkali dianggap sial.  Sedangkan, tetraphobia sendiri adalah ketakutan akan angka empat-khususnya bagi orang Korea, Jepang dan China, karena penyebutannya yang mirip dengan kata “si” atau kematian.  Karena itu umumnya orang tionghua sangat menghindari angka 4 untuk nomor rumah, no hp, BG mobil atau motornya. 

Hal-hal semacam ini memang sangat banyak dijumpai di masyarakat kita.  Kalau mau dibuat daftarnya dalam sebuah buku, hal tahyul dalam tradisi turun temurun yang dibisikkan-bahkan diteriakkan-dari generasi ke generasi ini tidak akan habis disusun dalam satu buku yang sangat tebal sekalipun.

Tidak boleh menunjuk bulan.  Anak sakit dibawa ke paranormal dan dikasi minum phu. Anak sering sakit atau nakal dipersembahkan ke dewa-dewa biar baik.  Ganti nama.  Tidak boleh panggil orangtua dengan sebutan papa mama.  Harus diangkat anak oleh saudara sendiri.  Bayi sering kaget dan menangis histeris harus dibawa sembahyang. Dan masih banyak lagi. Termasuk juga fengshui dan teman-temannya.

Saya sendiri mengalaminya ketika urusan pindah rumah kami dimulai.  Bahkan dari sejak kami baru tersebut harus pindah rumah karena kontrakan habis saja, kami sudah mendengar ada kasak-kusuk di belakang kami yang berusaha mencegah kami pindah.  Ibu hamil tidak boleh pindah rumah katanya. Kalau masuk rumah baru, tidak boleh memaku dinding atau apapun dengan palu dan paku.  Wah, banyak deh. Waktu saya memang harus memasang paku di tembok, hanya satu hal yang ditanyakan banyak orang, “Vina dimana waktu kau paku-paku?”  Saya sangat heran.  Karena tidak heran, banyak juga yang terus mengatakan hal-hal semacam itu adalah orang-orang percaya.

Tahyul adalah kepercayaan tradisional yang diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi yang tidak memiliki bukti ilmiah akan kebenarannya.  Dasar dari tahyul dalam tradisi hanyalah pengalaman.  Tahyul berkaitan dekat dengan banyak kepercayaan yang salah, dan ketidakbenaran yang diucapkan turun temurun.  Kalimat yang paling populer untuk pembenaran tahayul adalah, “Percaya tidak percaya loh itu!”  “Kau pecayo dak pecayo, tapi kejadian nian sudah.  Bukan sekali-duo kali. Dengerkelah omongan wong tuo.”   Wah, dengan kalimat seperti ini, tidak heran kadang-kadang kita juga sedikit banyak terpengaruh karena banyaknya bisikan yang sama kita dengar. Banyak orang Kristen jadi takut juga melakukan hal-hal tahayul semacam ini.

Lalu, bagaimana sepatutnya kita sebagai orang Kristen bersikap terhadap tahayul dan tradisi seperti ini? Apakah yang firman Tuhan katakan tentang hal ini?

Dalam surat Paulus kepada Timotius sebuah kebenaran berulang kali dikatakan agar Timotius menjaga diri dan rekan jemaat dalam gerejanya untuk menjauhkan diri dari dongeng, tradisi, dan tahyul turun temurun dari nenek moyang yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.  Dalam surat penggembalaan ini Paulus banyak sekali mengulang-ulang peringatan agar Timotius menutup telinganya dari tahyul, dongeng dan tradisi yang banyak dibisikkan. 

Paulus berkata, “Jangan mengajarkan ajaran lain selain firman Tuhan. Jangan sibukkan pikiranmu dengan dongeng dan silsilah (perkara turun temurun) yang hanya menghasilkan persoalan (permasalahan) semata, dan bukan tertib keselamatan yang telah diberikan Allah dalam iman.” (1Tim. 1:4). Kemudian dalam surat yang sama Paulus dengan tegas berkata, “Jauhilah tahayul dan dongeng nenek-nenek tua.  Latihlah dirimu beribadah!” (1Tim. 4:7). 

2 Timotius 4, 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

Bukan hanya dalam satu surat, tetapi dua surat yang dituliskan untuk Timotius menekankan kebenaran yang sama.  Bukan hanya pada masa Tuhan Yesus di PB, tetapi sejak PL dan hukum Musa diturunkan, Tuhan sudah berulang kali menegaskan bahwa Ia membenci petenung, peramal, berhubungan dengan roh atau arwah nenek moyang!  Orang yang melakukan praktek seperti itu dikutuk oleh Tuhan.

Wah, kenapa ya Tuhan sampai seekstrim itu?  Apakah semuanya hanya karena Tuhan cemburu?  Apakah hanya karena Tuhan tidak ingin diselingkuhi?  Tidak!  Alasannya adalah karena hal tahyul, tradisi, dan paranormal akan pekerjaan iblis yang menipu kita dan menjauhkan kita dari kasih dan berkat Tuhan.

Dibawah terang firman Tuhan, mari kita belajar lebih jauh tentang pekerjaan setan dibalik setiap tahyul, kepercayaan tradisi, dan paranormal yang ada di sekitar kita.

Hal tahyul dan tradisi njelimet seperti ini sesungguhnya pun banyak dibicarakan dan dibisikkan sejak dahulu kala.  Tampaknya sejarah hal tahyul memang ada sejak adanya kehidupan manusia di muka bumi.  Jika kita memperhatikan kembali ke awal penciptaan dunia, tiga pasal pertama dalam Alkitab, kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa, kita akan dengan mudah melihat bahwa hal tahyul sangat dekat dengan pekerjaan roh jahat.  Iblis selalu membisikkan ketidakbenaran untuk merusak kuasa kebenaran Allah atas hidup kita.  Adam dan Hawa pun pikirannya dibisikkan kepercayaan yang salah yang membuat mereka memakan buah yang tidak boleh mereka makan. Iblis dalam rupa ular itu mengatakan kepercayaan yang salah.  Itulah yang menghancurkan kehidupan manusia sejak mulanya.  Kalau saja Adam dan Hawa tidak mendengarkan ketidakbenaran yang dikatakan si ular, mereka pasti akan baik-baik saja.  Kalau saja Adam dan Hawa hanya percaya kepada Allah saja, mereka pasti tidak akan hidup dengan begitu menderita.  Kalau saja mata dan telinga mereka hanya terbuka pada kebenaran Allah, mereka pasti akan hidup dengan nyaman di Eden.

Model perkataan iblis yang memutarkanbalikkan kebenaran inilah yang menular dalam kehidupan dunia sampai hari ini.  Tujuannya adalah menjauhkan pikiran orang banyak dari kebenaran Allah yang sejati.

Inilah alasannya mengapa Tuhan sangat menentang kepercayaan kepada tahayul, kepercayaan tradisi nenek moyang dan meminta bantuan orang pintar untuk mencari jalan keluar dari masalah kita.  Karena sesungguhnya semua itu adalah tipu muslihat iblis yang dengan licik menipu kita.  Berusaha membuat kita tidak mempercayai Tuhan, kurang mempercayai kuasaNya. 

Tanyakanlah kepada diri anda sendiri, siapa yang tertawa paling keras jika orang-orang tidak lagi mempercayai Tuhan?  Hanya iblis.

Pada waktu kita tidak setia pada Tuhan dan tidak berpegang pada firman Tuhan, maka sesungguhnya kita sedang berada dalam bahaya. 1Tawarikh 10:13 menuliskan, “Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah (roh).”

Berhati-hatilah dengan apa yang anda percayai. Karena Tuhan Yesus berkata, “Jadilah padamu menurut imanmu!” (Mat. 19).

Ilustrasi.  [1] Anak pertama yang sakit, masih bayi, bukan dibawa ke dokter tetapi ke orang pintar.  Dikasih minum phu, meninggal. [2]  Kesaksian ibu Merry (Soak)

Kebenaran yang kita dapatkan dari firman Tuhan hari ini

  1. Mempercayai tahayul dan tradisi akan membawa kita pada lebih banyak persoalan permasalahan. Karena memang itulah cara iblis menjerat kita.
  2. Sayangnya, banyak orang (termasuk orang kristen) masih memegang dan mempercayai (setengah mempercayai) adat tradisi nenek moyang. Hal ini menjauhkan berkat Tuhan dalam hidup kita.
  3. Kepercayaan yang salah mungkin bisa menjadi jawaban permasalahan kita dengan segera, tetapi tidak kekal dan justru akan membawa lebih banyak kesusahan pada akhirnya. Jawaban Tuhan mungkin terasa lambat, tetapi jika kita percaya penuh maka pertolonganNya akan sempurna dan kekal.

Jadi, bagaimana sikap kita jika seseorang mengatakan hal-hal tahyul kepada kita? Lawanlah dengan kuasa Tuhan!  Jangan percayai!  Tolak dalam nama Tuhan Yesus. Pukullah paku itu dengan mengklaim kuasa nama Yesus!  Percayai Tuhan Yesus saja.

Bagaimana jika anda disuruh pergi ke orang pintar, kwamia, cotang, paranormal untuk masalahmu?  Jangan pergi.  Berdoalah dengan iman pada Tuhan Yesus!  Klaim janji Tuhan.  Jika merasa kurang nyaman, panggil hamba Tuhan untuk doakan ke rumah.

Berdoalah pada Tuhan Yesus!  Menangislah memohon di hadapanNya. Lalu, lihatlah bagaimana Tuhan menolong.  Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s