<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Max125</title>
	<atom:link href="http://willyem.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://willyem.wordpress.com</link>
	<description>Renungan &#124; Khotbah &#124; Ilustrasi &#124; Tulisan Kontemplatif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2011 04:43:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='willyem.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Max125</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://willyem.wordpress.com/osd.xml" title="Max125" />
	<atom:link rel='hub' href='http://willyem.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Christmas Is Not Your Birthday</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2011/11/30/christmas-is-not-your-birthday/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2011/11/30/christmas-is-not-your-birthday/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 12:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://willyem.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Masa natal segera datang. Dan saya kira semua orang memiliki perasaan yang berbeda menjelang natal akhir tahun ini. Ada pengharapan, tentu saja, bahwa natal ini akan berlangsung dengan indah untuk menutup tahun ini. Entah kapan dimulainya, kita menjadi terbiasa melewati natal setiap tahun dengan penilaian tertentu. Natal terbaik, natal terindah, natal yang buruk, natal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=241&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa natal segera datang. Dan saya kira semua orang memiliki perasaan yang berbeda menjelang natal akhir tahun ini. Ada pengharapan, tentu saja, bahwa natal ini akan berlangsung dengan indah untuk menutup tahun ini. </p>
<p>Entah kapan dimulainya, kita menjadi terbiasa melewati natal setiap tahun dengan penilaian tertentu. Natal terbaik, natal terindah, natal yang buruk, natal yang menyedihkan, dsb. Kita tentu berharap bahwa pada akhirnya, setelah semua kemeriahan natal berakhir, kita dapat berkata, “Ini natal terbaik atau terindah buatku!” Ini harapan yang umum. Tetapi, faktanya ada saja waktunya kita bisa berkata, “Ini natal terburuk!”, “Natal tahun ini biasa saja”, dsb.</p>
<p>Sewaktu saya sekolah Minggu, natal selalu menyenangkan dan mudah menjadi natal “terbaik” selama ada hadiah natal, hadiah prestasi, snack dan bingkisan makanan ringan beraneka warna. Sekali waktu natal masa kecil saya menjadi buruk karena ada waktu saya memang tidak bersekolah minggu selama beberapa waktu sehingga hadiah natal saya minim. Bayangkan, perasaan saya melihat anak lain membawa lebih banyak hadiah natal dari saya karena mereka lebih rajin! Bad christmas.</p>
<p>Ada waktunya ketika saya masih kecil natal bernilai baik dan indah ketika saya berhasil tampil dengan baik dalam drama, paduan suara, gerak dan lagu, atau acara apapun pengisi acara natal di gereja. </p>
<p>Lalu, ketika beranjak remaja, natal menjadi semakin “asik” dilalui karena ritual christmas carol yang baru bagi saya yang berusia 12-13 tahun. Ini berarti perjalanan semalaman bersama dengan teman segereja (tanpa orangtua) berkunjung kerumah-rumah. Agendanya, 10 menit menyanyi lagu “Malam Kudus” di jalan di malam hari, lengkap dengan lilin di tangan, dan mengucapkan dengan keras “Selamat Hari Natal dan Tahun” beramai-ramai. Plus, 20 menit menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah. Wow, ini dia!</p>
<p>Natal terbaik yang bisa saya ingat ketika remaja terjadi tahun 1994, terlibat banyak persiapan dan pelayanan natal, christmas carol (10 menit acara, 20 menit makan di setiap rumah). Natal itu menjadi natal terindah karena satu faktor tambahan: itu natal pertama saya bersama pacar pertama saya, Vina! Haha. (Saya pikir, apalagi yang meng-indah-kan natal seorang remaja selain dua faktor itu: pacar dan banyak makanan gratis di depan mata!)</p>
<p>Tentang natal yang buruk? Ya, saya juga punya pengalaman itu. Terjadi tahun 2001 dan 2002, tanpa pelayanan apapun di gereja, liburan seminari yang sepi, tanpa pacar. Masa putus terjadi. Bad christmas.</p>
<p>Saya percaya setiap anda yang hadir hari ini juga punya pengalaman serupa. Kita memiliki perasaan tertentu berkenaan dengan natal. Kita mengharapkan semua yang baik dan indah terjadi ketika natal, tetapi faktanya hal-hal buruk juga bisa terjadi. Keluarga bisa bertengkar. Keuangan dapat memburuk. Anak atau orangtua yang kita kasihi sakit. Seseorang bisa dipecat. Orang-orang tetap bisa meninggal di masa natal. Kebenarannya adalah masalah dan kesulitan tidak pernah pergi berlibur dari kehidupan kita, termasuk saat natal. <em>Problem and trouble never takes a holiday, even at christmas</em>.</p>
<p>Ada beberapa hal yang dapat dengan mudah membuat kita kehilangan kesukacitaan yang Tuhan berikan ketika natal tiba: [1] masalah kesehatan, [2] masalah dalam usaha dan pekerjaan, [3] masalah emosional pribadi, [4] masalah dalam keluarga, dan [5] masalah relasi dengan Tuhan.<br />
Ada lagi soal: [A] kesibukan studi atau pekerjaan, [B] kesibukan pelayanan yang melelahkan, [C] keinginan atau harapan yang tidak terpenuhi. “Rasa” natal kita (baik atau buruknya) harus diakui akhirnya sangat bergantung kepada hal-hal semacam ini.  Natal yang seharusnya indah bisa berakhir dengan buruk. </p>
<p>Tetapi, seharusnya kita tidak aneh bahwa tidak ada natal yang sempurna—karena bahkan natal pertama pun bukanlah gambaran tentang natal yang sempurna. Di tengah segala keajaiban dan kesukacitaan, sesungguhnya terjadi banyak hal yang tidak menyenangkan. Terjadi banyak hal yang menyakitkan. Terjadi banyak luka. </p>
<p>Jika kita memperhatikan lagi kisah natal dalam Matius 2:13-23, kita akan menemukan bahwa ada hal-hal buruk, menyakitkan dan luka yang terjadi.  Tetapi, di tengah semua itulah kehadiran bayi natal memberikan pengharapan.</p>
<p>Matius 2:13-23. 13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: &#8220;Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.&#8221; 14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: &#8220;Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.&#8221; 16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 &#8220;Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.&#8221;</p>
<p><strong>Natal dapat dipenuhi oleh ketidaknyamanan (v. 13-15)</strong></p>
<p>Bagi beberapa orang natal dapat berarti kesibukan dan pengeluaran ekstra yang membuat sangat tidak nyaman.  Banyak waktu dihabiskan untuk mengerjakan ini dan itu. Persiapan dekorasi di gereja, di rumah. Persiapan pelayanan natal yang mendesak. Beberapa orang bisa stres berusaha memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik. Belum lagi, pekerjaan menjelang akhir tahun justru sangat sibuk bagi beberapa orang. Audit akhir tahun. Belum lagi kalau ada anak atau pasangan yang minta liburan di masa natal dan akhir tahun yang pasti mahal. Natal bisa dengan mudah dipenuhi oleh banyak hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal yang serupa juga terjadi bagi Yusuf dan Maria di natal pertama.</p>
<p>Masalah pertama, Maria hamil. Mereka bertunangan, tetapi belum menikah. Yusuf sudah siap melepaskan diri dari semua masalah itu, tetapi malaikat Tuhan mencegahnya. Bagaimana Yusuf stres memikirkan bagaimana cara menceraikan Maria baik-baik. Bagaimana menjelaskan hal itu kepada papa mamanya dan seluruh keluarganya bahwa Maria hamil. Bagaimana perkataan orang banyak nantinya.</p>
<p>Tetapi itu baru masalah pertama, tidak lama setelah itu, kaisar mengadakan sensus besar-besaran dan semua orang harus kembali ke kota kelahirannya dan membayar aturan pajak yang baru. Itu perjalanan yang tidak dipersiapkan oleh Yusuf. Pengeluaran pajak baru yang juga tidak masuk dalam budgetnya. Padahal, Maria segera akan melahirkan. </p>
<p>Yusuf mengumpulkan semua sisa miliknya, berangkat ke Betlehem dan menemukan masalah lainnya, tidak ada tempat di penginapan. Tidak ada pilihan karena Maria hampir melahirkan, Ia tinggal disatu-satunya akomodasi yang bisa diberikan pemilik penginapan: di kandang.  Di kandang yang bau itulah, tanpa bantuan dokter, tabib, bidan; tanpa peralatan steril; dan tanpa obat penahan sakit apapun, Maria melahirkan di kandang dengan selamat. </p>
<p>Tetapi, situasi tenang tidak berlangsung lama, setelah Yesus dilahirkan, seorang malaikat datang membawa pesan pada Yusuf (v. 13-15) untuk membawa Maria dan bayi Yesus lari ke Mesir dan tinggal di sana karena Herodes berencana membunuh anak itu.</p>
<p>Bagaimana anda mungkin meresponi semua masalah dan ketidaknyamanan ini? “Tuhan, cukuplah! Mengapa Tuhan tidak membuat Herodes terkena serangan jantung atau stroke saja? Kan beres. Apa kami belum cukup susah selama ini? “ Tetapi Yusuf menyiapkan keluarga kecilnya dan segera berangkat ke Mesir. </p>
<p>Berulang-ulang kali Yusuf dan Maria bertahan melalui semua ketidaknyamanan itu demi anak mereka. Tetapi perhatikan hal yang lain: dalam setiap ketidaknyamanan dan masalah, Tuhan menyediakan pertolongan. Tuhan mengirimkan malaikat untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakannya pada Yusuf dan Maria. Ia menyediakan dana untuk ke Betlehem. Menyediakan tempat di kandang. Setidaknya, masih ada tempat. Dia mengirimkan harta berharga orang-orang majus untuk mendanai aksi penyelamatan dari kekejaman Herodes. </p>
<p>Lagi dan lagi, berulang-ulang kali kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu menyediakan pertolongan untuk menolong kita melewati masalah dan ketidaknyamanan yang kita alami. Tuhan mungkin tidak menyingkirkan semua masalah kita, tetapi Ia selalu memberikan kekuatan untuk melaluinya. Dia bukan Santa Klaus yang memberi semua yang kita minta, tetapi Ia selalu dan pasti menyediakan kebutuhan kita. Dia mungkin tidak akan mengirim petir untuk menyambar orang yang melukai dan menjahati kita, tetapi Tuhan selalu menjaga dan memimpin kehidupan kita. </p>
<p>Jika natal kita dipenuhi oleh ketidaknyamanan, ingatlah bahwa Tuhan memenuhi kita dengan pertolongan dan anugerahnya.</p>
<p><strong>Natal dapat dipenuhi oleh luka (v. 16-18)</strong></p>
<p>This is the truth… masalah tidak pernah berlibur—bahkan ketika natal. Kita masih bisa terluka.<br />
Pada malam natal sekalipun seseorang bisa dijambret, sebuah rumah bisa kemalingan, seorang anggota keluarga bisa sakit tiba-tiba. Hal-hal buruk terjadi. Kehilangan yang menyakitkan bisa terjadi.</p>
<p>Ilustrasi. Dua tahun lalu, ada sebuah berita di Amerika tentang seorang ibu dan bayinya yang baru dilahirkan tiba-tiba berhenti bernafas pada hari natal. Kisah ini menjadi heboh di Amerika karena tidak berapa lama setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, si ibu dan bayinya tiba-tiba bernafas dan hidup lagi. Stacy Hermanstorfer, si ibu meninggal selama 30 menit, sementara bayinya meninggal selama 5 menit. Bayi kecil itu sampai disebut sebagai Coltyn, The Christmas Miracle Baby. Kisah yang berakhir indah di hari natal, tetapi tidak semua masalah berakhir bahagia pada saat natal.</p>
<p>Pada natal pertama sesungguhnya malah ada begitu luka, kehilangan dan kepahitan yang muncul memenuhi langit kota Betlehem.  Herodes yang meledak murkanya karena dikhianati oleh para majus memerintahkan untuk membunuh semua anak berusia di bawah dua tahun.<br />
Bayangkan bagaimana perasaan orangtua yang anaknya dibunuh. Bayangkan berapa banyak orangtua yang terbunuh karena berusaha menyelamatkan anak mereka. Mereka semua yang menjadi korban bahkan tidak tahu mengapa perintah yang begitu kejam bisa dikeluarkan. Mereka bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bayangkan berapa banyak pertanyaan “mengapa” yang muncul malam itu.</p>
<p>Kita juga mungkin melewati natal dengan pertanyaan yang sama. Tuhan mengapa hal ini terjadi padaku? Mengapa engkau mengambil orang yang kusayangi? Mengapa aku harus melewati natal ini sekali lagi dengan perasaan yang sama? Mengapa Tuhan belum memberikan apa yang kudoakan selama bertahun-tahun? Mengapa Tuhan membiarkan aku terluka dan merasa sakit natal ini?</p>
<p>Saya tidak punya jawaban atas semua pertanyaan semacam itu. Tetapi, sekalipun saya mengetahui semua jawabannya, saya tidak yakin itu akan memulihkan luka dan rasa sakit yang anda alami. Yang kita dapat ketahui dengan pasti adalah fakta bahwa Tuhan ada di tengah segala pergumulan yang kita alami. Dia hadir di sisi kita. Tuhan menjanjikan kehadiranNya dalam kita. </p>
<p><strong>Mazmur 34:19-20</strong>. 19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu</p>
<p><em>Ilustrasi</em>. Seorang pegolf profesional, Paul Azinger, didiagnosa kanker yang kemudian memaksanya untuk pensiun dari karirnya yang gemilang. Suatu kali Ia menulis tentang reaksinya setelah menerima diagnosa penyakit itu: “Saya dengan jujur berkata bahwa saya tidak pernah berkata, ‘mengapa saya, Tuhan?’ Ada dua jalan anda dapat bereaksi setelah mendapat kabar buruk seperti ini. Ada dapat berkata, ‘Mengapa saya, Tuhan? Mengapa saya?’ Atau, anda dapat menghadapinya saja dan datang pada Tuhan dan bersandar padaNya untuk mendapatkan ketenangan dan pengharapan. Itulah yang saya lakukan.”</p>
<p>Setahu saya, Tuhan hampir tidak pernah menjawab pertanyaan “mengapa” yang diajukan padaNya. Dia juga tidak selalu mengambil rasa sakit dan kesedihan kita. Jadi apa yang dapat kita lakukan? Berlari pada Yesus dan bersandar padaNya seperti seorang anak yang bersandar pada bahu ayahnya. </p>
<p>Jadi kesimpulannya, natal tidak menjanjikan kehidupan yang lepas dari masalah, ketidaknyamanan dan luka. Tetapi, ini kebenaran yang penting untuk kita pahami, yaitu bahwa natal menawarkan sesuatu kepada mereka yang sedang terluka dan dalam pergumulan. </p>
<p><strong>Natal memberikan pengharapan yang baru</strong></p>
<p>Malam ketika bayi Yesus dilahirkan sesungguhnya pengharapan baru lahir dalam kehidupan semua orang.</p>
<p>Malam ketika para gembala menerima pesan malaikat tentang kelahiran bayi natal, seorang tunarungu bermimpi bahwa suatu hari kelak Ia akan mendengar.</p>
<p>Seorang yang buta sejak lahir boleh bermimpi bahwa Ia akan melihat keindahan dunia.</p>
<p>Seorang kusta yang telah kehilangan banyak jari kaki dan tangannya mendapatkan pengharapan bahwa tubuhnya akan menjadi utuh kembali.</p>
<p>Seorang wanita yang mengalami pendarahan selama duabelas tahun mendapatkan kesempatan untuk disembuhkan. </p>
<p>Seorang pria yang telah mati suatu hari kelak akan berkata, “Aku pernah mati, tetapi jenazahku tidak sampai ke kuburan karena seseorang menghidupkan aku kembali! Aku pernah mati, dan aku tidak mempunyai kuburan.”</p>
<p>Inilah alasan kita merayakan natal. Kita merayakan pengharapan yang Tuhan bawa melalui bayi natal itu. Kita merayakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Kita merayakan Tuhan.</p>
<p>iPad: Hadiah Natal Paling Ditunggu Anak-anak. WASHINGTON, KOMPAS.com — Mendekati Black Friday atau masa promo besar-besaran menjelang liburan Natal di AS bagi sebuah produk, anak-anak paling banyak mengincar iPad. Hal tersebut mencuat melalui survei yang dibikin oleh Nielsen terhadap anak-anak berusia 6-12 tahun pada awal pekan ini. Dari gadget yang ada di pasaran, 31 persen anak-anak AS yang disurvei Nielsen menginginkan iPad dan menyusul iPod Touch. Hanya 11 persen dari anak-anak itu yang menginginkan e-reader dan hanya 12 persen yang menginginkan Microsoft Xbox 360. Bandingkan dengan Nintendo yang diimpikan oleh 25 persen anak-anak atau Sony PlayStation 3 yang diinginkan oleh 21 persen anak-anak.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri bagi banyak orang—bukan hanya anak-anak—natal hampir identik dengan suasana, keceriaan, hadiah, event perayaan, momen kebersamaan, dan hadiah. Dan disanalah akhirnya seringkali rasa bahagia-tidak-bahagia kita tertambat. Apakah ini natal terbaik, indah, biasa atau bahkan terburuk.</p>
<p>Saya tidak dapat membayangkan berapa banyak anak yang gagal merasakan kesukacitaan natal karena tidak mendapat hadiah yang mereka inginkan. Atau, liburan yang diharapkan.</p>
<p>Berapa banyak karyawan dan pengusaha yang tidak merasakan kesukacitaan natal karena terjerat kesibukan pekerjaan yang meningkat di akhir tahun. </p>
<p>Berapa banyak orang yang tidak dapat merasakan kesukacitaan natal karena masalah kesehatan, usaha pekerjaan, problem emosional, masalah dalam keluarga dan hubungan dengan Tuhan yang buruk.</p>
<p>Berapa banyak yang gagal menemukan (lagi) kasih Tuhan karena keinginan pribadi yang tidak terpenuhi natal ini. </p>
<p>Saya berdoa agar kita semua tidak melewati dengan sia-sia seperti itu. Mari siapkan hati kita untuk menjelang kelahiran Tuhan. Mari siapkan diri kita untuk menikmati natal ini dengan kesukacitaan surgawi seperti yang Tuhan rindukan bagi kita.</p>
<p><em>Epilogue</em>. Saya tidak tahu apa yang anda inginkan dan harapkan natal ini. Beberapa orang mungkin mengharapkan perayaan natal yang gegap gempita. Beberapa mungkin menginginkan liburan bersama keluarga. Beberapa mungkin hanya ingin santai di rumah. Beberapa mungkin ingin Blackberry baru. Beberapa mungkin mengharapkan kehamilan sebagai hadiah natal dari Tuhan. Beberapa mungkin hanya ingin beristirahat pada akhir tahun. Beberapa mungkin mengharapkan khotbah natal yang menyentuh. </p>
<p>Saya tidak tahu apa yang anda inginkan. Tetapi saya ingin berkata bahwa jika hal-hal semacam itulah yang kita inginkan, natal ini mungkin sekali akan berakhir dan berlalu begitu saja arti jika itu tidak terpenuhi. <strong>Christmas is not our birthday!</strong><em></em></p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/natal/'>natal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=241&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2011/11/30/christmas-is-not-your-birthday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2010 in review</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2011/01/03/2010-in-review/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2011/01/03/2010-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 03:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health: The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!. Crunchy numbers A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats. A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=238&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health:</p>
<p><img style="border:1px solid #ddd;background:#f5f5f5;padding:20px;" src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy2.gif" alt="Healthy blog!" width="250" height="183" /></p>
<p>The <em>Blog-Health-o-Meter™</em> reads This blog is doing awesome!.</p>
<h2>Crunchy numbers</h2>
<div style="width:288px;float:right;border:1px solid #ddd;background:#fff;margin:0 0 1em 1em;padding:6px;">
<p><img src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/abstract-stats-5.png" alt="Featured image" /></p>
<p><em>A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.</em></p>
</div>
<p>A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers.  This blog was viewed about <strong>3,100</strong> times in 2010.  That&#8217;s about 7 full 747s.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>In 2010, there were <strong>8</strong> new posts, growing the total archive of this blog to 56 posts.</p>
<p>The busiest day of the year was January 8th with <strong>98</strong> views. The most popular post that day was <a style="color:#08c;" href="http://willyem.wordpress.com/2008/11/21/mengapa-dunia-membutuhkan-natal/">Mengapa Dunia Membutuhkan Natal</a>.</p>
<h2>Where did they come from?</h2>
<p>The top referring sites in 2010 were <strong>id.wordpress.com</strong>, <strong>google.co.id</strong>, <strong>khotbahilustrasigames.wordpress.com</strong>, <strong>facebook.com</strong>, and <strong>search.conduit.com</strong>.</p>
<p>Some visitors came searching, mostly for <strong>ilustrasi natal</strong>, <strong>pengertian modernisme</strong>, <strong>pengertian postmodernisme</strong>, <strong>pengertian postmodern</strong>, and <strong>ilustrasi ketaatan</strong>.</p>
<h2>Attractions in 2010</h2>
<p>These are the posts and pages that got the most views in 2010.</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">1</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://willyem.wordpress.com/2008/11/21/mengapa-dunia-membutuhkan-natal/">Mengapa Dunia Membutuhkan Natal</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">November 2008</span><br />
2 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">2</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://willyem.wordpress.com/2008/11/16/dari-modernisme-ke-postmodernisme/">Dari Modernisme ke Postmodernisme</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">November 2008</span><br />
1 comment</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">3</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/mezbah-keluarga/">Mezbah Keluarga</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">August 2010</span></p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">4</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://willyem.wordpress.com/2009/12/07/imanuel-pentingnya-kehadiran-tuhan/">Imanuel &#8211; Pentingnya Kehadiran Tuhan</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">December 2009</span></p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">5</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://willyem.wordpress.com/2009/04/05/menanti-janji-tuhan/">Menanti Janji Tuhan</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">April 2009</span><br />
2 comments</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=238&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2011/01/03/2010-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Healthy blog!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/abstract-stats-5.png" medium="image">
			<media:title type="html">Featured image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Welcome!</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/24/welcome/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/24/welcome/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 02:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hai! Sapaan pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang ke Max125, sebuah blog yang berisi ide, naskah khotbah, renungan, dan ilustrasi yang telah saya kumpulkan selama beberapa tahun terakhir ini. Blog ini saya rindukan boleh menjadi sarana bagi kita untuk berbagi ide, pemikiran, materi khotbah, dan bahkan berbagi cerita tentang pelayanan yang kita hidupi di dalam Tuhan. Saya bermimpi ada sebuah blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=229&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selamat datang ke Max125, sebuah blog yang berisi ide, naskah khotbah, renungan, dan ilustrasi yang telah saya kumpulkan selama beberapa tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Blog ini saya rindukan boleh menjadi sarana bagi kita untuk berbagi ide, pemikiran, materi khotbah, dan bahkan berbagi cerita tentang pelayanan yang kita hidupi di dalam Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bermimpi ada sebuah blog berbahasa Indonesia yang mengumpulkan rekan-rekan hamba Tuhan yang melayani di Indonesia dalam sebuah jejaring yang saling memberkati.  Tempat dimana kita berbagi materi-materi pelayanan yang telah kita kembangkan dalam pelayanan kita selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya percaya setiap hamba Tuhan telah diberikan banyak kesempatan untuk mempersiapkan pelayanan dalam bentuk naskah tertulis (mis. naskah khotbah) tetapi mungkin hanya kita khotbahkan sekali di mimbar gereja yang kita layani.   Jika demikian, sayang sekali rasanya, bukan? Jadi mari berbagi melalui blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=229&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/24/welcome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Roti, 2 Ikan dan 5000 Perut Kenyang</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/23/lima-roti-dua-ikan-5000-perut-kenyang/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/23/lima-roti-dua-ikan-5000-perut-kenyang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 17:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang dimiliki anak kecil itu? Bukan sekadar lima roti dan dua ikan. Ia memiliki… 1. Ketidakmengertian 2. Kesederhanaan pola pikir 3. Ketulusan Anak ini tidak memiliki iman yang &#8220;bagaimana-bagaimana&#8221;. Ia tidak pernah membayangkan lima roti dan dua ikannya akan dipakai untuk memberi makan lima ribu orang. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa kedua tangannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=183&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apa yang dimiliki anak kecil itu?  Bukan sekadar lima roti dan dua ikan. Ia memiliki…<br />
1.	Ketidakmengertian<br />
2.	Kesederhanaan pola pikir<br />
3.	Ketulusan</p>
<p style="text-align:justify;">Anak ini tidak memiliki iman yang &#8220;bagaimana-bagaimana&#8221;. Ia tidak pernah membayangkan lima roti dan dua ikannya akan dipakai untuk memberi makan lima ribu orang.  Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa kedua tangannya yang mengulurkan lima roti dan dua ikannya akan terus menjadi pembicaraan tanpa henti selama duaribu kemudian.  Ia tidak memiliki motivasi untuk mendapatkan lebih dari apa yang telah diberikannya.  Ia hanya memberikannya. Titik.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang terjadi di sana di gunung itu hari itu. Limaribu orang duduk dengan setia menantikan Tuhan Yesus. Limaribu perut yang kelaparan. Tuhan bertanya kepada murid-muridnya dari mana bisa didapatkan makanan bagi limaribu orang itu.  Sementara murid-murid kebingungan dan mendebat Tuhan untuk memulangkan mereka semua. Seorang anak kecil datang dan memberikan apa yang adalah miliknya—lima roti dan dua ikan.  Dan terjadilah mukjizat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Formula terbaik untuk melihat luar biasanya pekerjaan Tuhan:<br />
5 Roti + 2 Ikan = 12 Keranjang Sisa Makanan + 5000 Perut Kekenyangan</p>
<p style="text-align:justify;">Semua terjadi karena Tuhan, tentu saja. Namun, perhatikanlah betapa besar peran anak kecil itu dalam kisah nyata ini. Ia hanya memiliki ketidakmengertian dan ketulusan, namun Tuhan bekerja dengan indah mengubahkan hal biasa itu menjadi sangat luar biasa.  Betapa indahnya jika setiap orang percaya memiliki hati dan ketundukan yang sedemikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kisah serupa ini tidak banyak kita dengar terjadi pada masa kini?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena banyak orang Kristen tidak memiliki apa yang dimiliki oleh Si Anak 5 Roti 2 Ikan. Tidak banyak orang yang memiliki ketidakmengertian, kesederhanaan pola pikir, dan ketulusan.</p>
<p>Yang lebih banyak kita miliki saat ini justru…</p>
<ol>
<li>Terlalu merasa mengerti – seperti para murid. Kita pikir kita lebih tahu keadaannya dari Tuhan. “Di sini ada sih seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tapi apa artinya bagi orang sebanyak ini?”</li>
<li>Terlalu banyak pertimbangan—yang kadang bisa terdengar baik dan rohani. Kalau begini, nanti mereka begitu. Kalau aku memberi persembahan terus bagi gereja, nanti gereja jadi manja.</li>
<li>Motivasi yang tidak tulus.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, saya secara khusus berbicara mengenai memberi bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati memberi.</p>
<p style="text-align:justify;">Memberi bukan untuk mendapatkan lebih. Memberi bukan sebagai sogokan bagi Tuhan. Namun, memberi karena memang Tuhan menyukai pemberian kita untuk mendukung pelayanannya di tengah dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa indahnya jika kita memiliki hati Si Anak 5 Roti 2 Ikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan adalah mereka yang tidak mengerti apa-apa, yang pikirannya sederhana dan memiliki ketulusan untuk memberi.  “Aku tidak mengerti bagaimana aku bisa melakukan pekerjaan Bapa yang luar biasa, tapi yah aku hanya punya sedikit ini. Aku akan memberinya bagi Tuhan karena Tuhan memintaku memberi. Dan karena aku tahu itu menyenangkan hati Tuhan.”</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pelayanan/'>Pelayanan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/persembahan/'>persembahan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=183&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/23/lima-roti-dua-ikan-5000-perut-kenyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah yang Inspiratif</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/ibadah-yang-inspiratif/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/ibadah-yang-inspiratif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 11:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[penyembahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bukunya “Pertumbuhan Gereja yang Alamiah”, Christian Schwarz menjelaskan bahwa salah satu kebutuhan yang penting dalam gereja adalah adanya ibadah yang sungguh-sungguh memberikan pengalaman yang inspiratif bagi jemaatnya. Kriteria yang membedakan antara gereja yang bertumbuh dengan gereja-gereja yang mandeg adalah pengalaman penyembahan yang dirasakan sebagai pengalaman yang inspratif, menyegarkan, mencerahkan kehidupan pribadi-pribadi yang hadir dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=194&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam bukunya “Pertumbuhan Gereja yang Alamiah”, Christian Schwarz menjelaskan bahwa salah satu kebutuhan yang penting dalam gereja adalah adanya ibadah yang sungguh-sungguh memberikan pengalaman yang inspiratif bagi jemaatnya. Kriteria yang membedakan antara gereja yang bertumbuh dengan gereja-gereja yang mandeg adalah pengalaman penyembahan yang dirasakan sebagai pengalaman yang inspratif, menyegarkan, mencerahkan kehidupan pribadi-pribadi yang hadir dalam gereja.  Indikasi umumnya adalah bahwa jemaat dapat merasakan bahwa pergi ke gereja adalah hal yang menyenangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sependapat dengan Schwarz bahwa ibadah yang inspiratif merupakan ibadah yang menyenangkan, namun lebih dari itu, saya percaya bahwa ibadah yang inspiratif bukanlah sekadar ibadah yang kita nikmati sebagai pujian penyembahan yang menyentuh hati saja, tetapi penyembahan yang mengubahkan kehidupan penyembah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi.</strong> Suatu kali ada satu keluarga yang baru mengikuti ibadah di sebuah gereja.  Dalam sebuah perjalanan pulang, sang ayah mulai komplain dengan begitu banyak hal yang tidak menyukakan hatinya dalam ibadah itu.  Musiknya terlalu slow. Kuno. Khotbahnya terlalu panjang.  Kursinya terlalu keras sehingga tidak nyaman. Pengurus gerejanya kurang perhatian. Hmm malas juga ke gereja lagi.  Tapi tiba-tiba si anak menyahut dari bangku belakang, “Yach papa.. hitung-hitung itu pertunjukan yang lumayan bagus selama dua jam untuk harga senilai seribu rupiah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sindiran itu sangat tajam bagi sang ayah—juga bagi banyak jemaat bergereja dimana pun, seharusnya.  Anda memberikan persembahan seribu-dua ribu rupiah saja tapi mengharapkan “acara” yang bagus untuk dinikmati.  Padahal untuk makan bakso aja limaribu rupiah tidak cukup.  Si ayah pun terdiam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari cerita ini sesungguhnya kita dapat menemukan diri kita sendiri.  Ada banyak orang yang memang datang beribadah untuk mendapatkan atau merasakan sesuatu.  Kita ingin “pertunjukan” yang bagus untuk kita nikmati di gereja.  Kita ingin menerima yang terbaik dari ibadah kepada Tuhan, tetapi kurang punya kerelaan untuk memberi bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu belakangan ini saya pribadi terus memikirkan satu hal: ibadah dan penyembahan hari Minggu sesungguhnya bukanlah sekedar “pertunjukan” untuk memberikan rasa puas bagi kita yang hadir.  Kita yang hadir dalam ibadah disebut sebagai penyembah.  Penyembah. Artinya, bukanlah kita yang disembah, bukan kita yang harus mendapatkan sesuatu; tetapi, Allah yang kita sembah untuk Dia sajalah kita membangun ibadah seperti ini.  Ibadah bukanlah soal kita yang hadir, bukan soal penyembah, bukan untuk penyembah; tetapi untuk Tuhan saja.</p>
<p><span id="more-194"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah. Lalu, apakah memang kita tidak seharusnya mendapatkan sesuatu dari ibadah yang kita bangun dan hadiri?  Adakah kepuasan yang kita mungkin dapatkan dari ibadah?  Ada!  Kepuasan kita adalah bahwa kita puas memberikan segenap hati, jiwa dan pikiran kita untuk memuaskan dan menyenangkan hati Allah.  <span style="text-decoration:underline;">Sebaliknya</span>, kepuasan Allah adalah Ia menikmati penyembahan kita. Kesenangan Allah adalah bahwa kita pun puas menikmati penyembahan yang kita naikkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bridge. </strong>Penting bagi umat Tuhan untuk melakukan segala sesuatu untuk mempersembahkan penyembahan yang inspiratif, penyembahan yang mengubahkan kehidupan kita bagi Tuhan.  Saya ingin saudara benar-benar mengerti apa yang saya katakan.  Apa yang kita lakukan untuk membangun ibadah yang inspiratif?</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Ibadah yang inspiratif memuliakan nama Tuhan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Yesaya masuk ke dalam hadirat Allah, jelas sekali bagaimana hatinya di hadapan Tuhan.  Ia melihat Tuhan hadir dan duduk di atas tahtanya yang tinggi menjulang. Responnya merupakan indikasi keyakinannya yang teguh akan Allah.  Ia merasakan ketakjuban akan Tuhan.  Para malaikat surgawi menyanyikan, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya” [v.3].  Jelas sekali ditunjukkan di sini bahwa tujuan utama kita datang bersama ke gereja dan beribadah adalah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kita datang untuk mengalami kehadiran Tuhan</li>
<li>Kita datang untuk merasakan otoritas ilahi Allah</li>
<li>Kita datang rutin setiap minggu untuk memperbaharui komitmen untuk taat pada firman Tuhan</li>
<li>Kita seharusnya datang, kita berharap untuk mengalami Tuhan. Bertemu muka dengan muka dengan Allah yang hidup.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Allah menciptakan kita dengan keinginan untuk memuji Dia, menyembah Dia.  Dan untuk itulah kita datang beribadah. Untuk Tuhan, bukan untuk kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketika University of Tennessee memenangkan kejuaraan football pada 1998, mereka merayakannya dengan luar biasa.  Kemeriahan mewarnai seluruh kota yang sedang bersukacita tersebut sehingga terjadilah sebuah perayaan hebat yang tidak direncanakan sebelumnya.  Para pendukung dan warga kota berlompatan, bernyanyi, jingkrak-jingkrak di jalan-jalan.  Tanpa di komando, mereka pun berkumpul di stadium olahraga yang sangat besar di kota itu.  Mereka masuk ke stadium, memenuhi seluruh tempat duduk.  Puluhan ribu orang hadir di sana. Memenuhi stadium dengan warna orange da sorak-sorai.</p>
<p style="text-align:justify;">Gemuruh kemeriahan meledak semakin hebat menggelegar ketika anggota tim football memasuki lapangan stadium tersebut.  Puluhan ribu orang bersorak-sorai bagi mereka.  Sesungguhnya mengapa puluhan ribu orang itu hadir di sana?  Tidak seorang pun yang hadir mengeluh, “Ach acara apa begini ini… ngga ada yang menarik, tidak ada sesuatu pun yang saya rasakan.”   Mereka semua berkumpul dengan luapan emosi kesukacitaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Event itu tergolong sangat sangat sukses bukanlah karena pertunjukkan yang bagus.  Tidak ada pertandingan di stadium itu sama sekali di sana.  Tidak ada tiket yang dijual. Bahkan, tidak ada penyelenggara acara. Para pendukung, mereka yang hadir pada event itu datang dan kemudian pulang dengan kesukacitaan karena mereka tahu alasan mereka datang.  Mereka tidak datang untuk dihibur atau dipuaskan, tetapi mereka berkumpul dengan kerelaan dan dorongan hati untuk meninggikan tim football yang sangat mereka hargai itu.  Mereka seakan berkata, “Kami harap seluruh anggota tim tahu betapa kami sangat menghargai mereka.  Kami berharap mereka merasakan betapa kami sangat peduli.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hati seperti inilah yang seharusnya kita miliki setiap kali kita datang dan pulang dari gereja, “Saya harap Tuhan menerima penyembahan saya. Saya ingin Tuhan mengerti betapa saya sangat mencintaiNya, betapa saya akan selalu setia kepadaNya.”   Banyak di antara kita yang gagal dalam hal ini dalam ibadah kita. Termasuk saya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>2. </strong><strong>Ibadah yang Inspiratif Memimpin kepada Ketakjuban</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti tadi telah dikatakan, ketika datang ke bait suci dan bertemu dengan Tuhan, Yesaya takjub.  Kita tentu mengimani bahwa Allah ada di mana-mana, tetapi firman Tuhan berkata jika ada dua-tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Tuhan hadir.  Artinya, pasti ada sesuatu yang berbeda dan istimewa ketika kita datang bersama dan membangun ibadah kita bersama dalam ketakjuban akan Tuhan.  Ini penting. Sebab ada banyak jemaat Tuhan yang semakin lama semakin tidak menghargai kehadiran Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita bertemu Bapak Presiden dalam sebuah ruangan, kita tentu tidak serta merta berkata santai, <em>“Halo Susilo, cak mano kabar kau?”</em> Kita tentu sedikit banyak merasa terintimidasi. Tidak dapat sembarang bicara. Harus menjaga tingkah laku.  Menjaga cara bicara.  Semuanya karena kita merasakan semacam atmosfir kesungkanan, ketakjuban.</p>
<p style="text-align:justify;">Firman Tuhan menjelaskan bahwa dengan ketakjuban seperti itulah kita seharusnya datang beribadah menyembah Tuhan.  Dalam Wahyu pasal 1, ketika Yohanes menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhan Yesus… ia serta merta tersungkur seperti orang mati (tidak berani sembarang bergerak) di depan kaki Tuhan (Why. 1:17).   Luar biasa!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>3. </strong><strong>Ibadah yang Inspratif Menyadarkan akan Dosa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semakin dekat dengan Tuhan, kita semakin menyadari betapa tidak layaknya kita di hadapanNya. Kita mungkin berkata, “Saya telah berusaha untuk hidup seturut kehendak Tuhan, namun rasanya saya justru tertekan dan tidak menjadi lebih baik.”  Saya cukup sering mendengarkan beberapa orang mengatakan hal ini, namun berhenti dan menjauh dari Tuhan bukanlah jalan keluar!  Dengarlah baik-baik, semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin kita akan menemukan semakin kita membutuhkan Dia untuk menolong kita bertumbuh.  Semakin kita intim dengan Tuhan, semakin Tuhan leluasa menolong kita.  Jika kita berhenti berusaha dan menghindar dari Tuhan, selamanya kita akan mati dalam dosa kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah Yesaya! Ia adalah seorang nabi yang besar, hebat dan sangat berpengaruh.  Tetapi ketika berdiri di hadapan Tuhan, responnya hanyalah, “Celakalah aku, aku berdosa…” (v.5).  Tetapi karena ia begitu dekat dan begitu rela mengakui dosanya, Tuhan pun begitu leluasa untuk menghapus dosanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Illustration</strong>: Paul Eschelman is a man whose name you may have heard. He’s responsible for most of the Jesus films being sent around the world. He’s sent millions of them. He was talking one time about the Jesus film being shown at a refuge camp in Mozambique, Africa. He said most of those folks had never heard of Jesus, never heard anything about the Bible. They just fell in love with Jesus through the Jesus film; but when Jesus was arrested, beaten, and led away to be crucified, they began to weep and wail and rush to the screen. They created such a stir, such noise, and such dust that they had to stop the film. He said, “The sense of God’s presence—His power and His holiness—was so great that no one could do anything but confess sins.” When we worship God, we should have such an awesome awareness of Him and of who we are that we confess our sin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>4. </strong><strong>Ibadah yang Inspratif Memberikan Sukacita</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yesaya mengakui dosanya, Tuhan menyucikan dia. Betapa ia sungguh bersukacita. Demikian juga kehidupan kita bersama dengan Tuhan.  Tuhan tidak menginginkan kita terus dalam rasa bersalah karena dosa. Tuhan Allah memanggil kita untuk menikmati Dia dengan sukacita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita mengakui dosa kita, Tuhan menguduskan kita…</p>
<p style="text-align:justify;">Kita meminta dalam Tuhan, Tuhan memberikan…</p>
<p style="text-align:justify;">Kita mengetuk, Tuhan membukakan…</p>
<p style="text-align:justify;">Kita meminta roti, Tuhan tidak akan memberikan batu…</p>
<p style="text-align:justify;">Dan semua inilah alasan sukacita kita dalam ibadah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Illustration</strong>: Eschelman went on to say, “Finally things settled down, and they could start the film again. Then they realized that the crucifixion wasn’t the end of the story.” When Jesus was resurrected, “The crowd exploded as if a dam had burst. Everyone began cheering and dancing and hugging one another and jumping up and down.” The invitation was given, and more than 500 people, almost everybody in the crowd, came forward. The next day that 40-member Mozambique refuge church had 500 new members who had come to be a part of the worship service (Paul Eschelman, The Touch of Jesus, Orlando, Fla., New Life Pub., 1996).</p>
<p style="text-align:justify;">Once we recognize that we are in a sinful state and we’re reminded of God’s grace and forgiveness and that Jesus paid the price for our sin, it’s a time for rejoicing and happiness. <strong>Read Psalm 100:1-3.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>5. </strong><strong>Ibadah yang Inspiratif Mendorong untuk Melayani</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Ini aku, utuslah aku.”  Begitu luar biasanya keindahan yang Yesaya nikmati bersama Tuhan sehingga ia tidak ragu memberikan dirinya untuk melayani.  Jika kita sungguh ingin menyembah Tuhan, jika kita sungguh ingin hidup dalam penyerahan diri yang utuh pada Tuhan, kita sepatutnya memberikan diri dengan ketulusan untuk melayani Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dari mana kita mendapatkan penguatan untuk tetap hidup melayani seturut kehendak Tuhan? </em></p>
<p style="text-align:justify;">Melalui pemberitaan firman Tuhan yang kita dengarkan dalam setiap ibadah.  Lagu pujian penyembahan selalu dapat memberikan inspirasi yang menggugah, dan selalu ada dorongan dan penguatan dalam mendengarkan menikmati firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita sungguh ingin menyembah Tuhan, jika kita sungguh ingin hidup dalam penyerahan diri yang utuh pada Tuhan, kita sepatutnya memberikan diri dengan ketulusan untuk melayani Tuhan.  Melakukan apa pun yang Tuhan inginkan kita kerjakan sebagai pelayanan kita.  Pelayanan dan kesaksian hidup kita. Persembahan kita yang tulus kita berikan untuk Tuhan. Pengucapan syukur kita.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/ibadah/'>ibadah</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/penyembahan/'>penyembahan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan-rohani/'>pertumbuhan rohani</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=194&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/ibadah-yang-inspiratif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mezbah Keluarga</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/mezbah-keluarga/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/mezbah-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 11:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Gereja adalah keluarga Allah yang berdiam di dunia. Sebagai keluarga Allah kita dimaksudkan untuk menikmati Tuhan dan menikmati relasi kasih persaudaraan di dalam kehidupan bergereja.  Kita beruntung memiliki gereja untuk menjadi wadah bagi kita untuk menikmati kehidupan sebagai keluarga Tuhan. Namun, tidak berhenti sampai di sana… Tuhan pun memberikan kepada kita masing-masing keluarga dalam ikatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=196&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Gereja adalah keluarga Allah yang berdiam di dunia. Sebagai keluarga Allah kita dimaksudkan untuk menikmati Tuhan dan menikmati relasi kasih persaudaraan di dalam kehidupan bergereja.  Kita beruntung memiliki gereja untuk menjadi wadah bagi kita untuk menikmati kehidupan sebagai keluarga Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, tidak berhenti sampai di sana… Tuhan pun memberikan kepada kita masing-masing keluarga dalam ikatan darah dan daging. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.  Masing-masing kita sekaligus adalah anak dan orang tua. Dan penting bagi kita untuk menjaga kehidupan rohani keluarga kita di rumah.  Disinilah pentingnya membangun mezbah keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keluaran 6: 4-7</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><sup>4</sup> Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  <sup>5</sup> Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.  <sup>6</sup> Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  <sup>7</sup> haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana Kristus adalah kepada gereja, Kristus seharusnya juga adalah kepala agung dalam keluarga Kristen.  Kristus adalah pusat kehidupan dalam keluarga. Dia yang menjadi alasan keluarga berdiri, dan Tuhan juga yang menjadi sumber kebahagiaan dalam keluarga.  Mezbah keluarga dimaksudkan untuk menempatkan Kristus sebagai yang utama dalam keluarga orang percaya.  Inilah yang disebut sebagai mezbah keluarga.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sederhananya, mezbah keluarga merupakan waktu yang dikhususkan oleh seisi rumah untuk menyembah Tuhan bersama sebagai keluarga.</strong> Seluruh anggota keluarga dapat: [1] memuji Tuhan, [2] merenungkan firman Tuhan dan [3] berdoa bersama.  Tiga hal ini kelihatannya sama saja dengan aktifitas kita di gereja.  Jika memang sama, lalu mengapa harus dilakukan di rumah lagi?  Apa istimewanya ibadah dalam keluarga?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mezbah keluarga merupakan pengingatan bahwa Kristus sebagai yang utama keluarga.  Kristus tinggal dalam rumah kita. Dia adalah Kepala Keluarga Agung yang dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga.  Mezbah keluarga merupakan saat perhentian dimana seluruh anggota keluarga diingatkan kembali bahwa Kristus hadir dalam rumah tangga kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidak ada perselisihan sebesar apa pun yang boleh meretakkan hubungan kasih di antara ayah, ibu dan anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada masalah seberat apapun yang sanggup menghancurkan rumah tangga kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada masalah ekonomi sehebat apa pun yang dapat memporak-porandakan keluarga kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada alasan untuk kuatir akan kehidupan kita—Kristus, Dia Allah yang menyediakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhanlah alasan untuk menjaga kekudusan hidup suami istri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kristuslah alasan untuk menjaga perkataan satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ini hanya dapat terjadi jika keluarga kristen sungguh-sungguh meninggikan Kristus dalam keluarga kita!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan Kristus sebagai Kepala Keluarga yang Agung dalam mezbah keluarga, rumah kita akan menjadi rumah berkat.  Rumah kita tidak akan menjadi rumah yang penuh dengan kutuk, sumpah serapah, perselisihan, permasalahan; jika Kristus berdiam di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia saat berada dalam titik terendah kehancuran moral masyarakatnya.  Kita hampir tidak dapat menyebutkan satu dosa pun yang belum pernah dilakukan oleh manusia. Segala hukum yang pernah Allah berikan telah dilanggar seluruhnya.  Manusia—bahkan orang-orang yang mengaku diri Kristen—tidak lagi terlalu peduli dengan “kehendak Tuhan”, yang terpenting adalah “kehendak saya” yang terpenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Seks bebas kaum muda. Perselingkuhan dalam rumah tangga. Ijin menikah bagi pasangan gay dan lesbian yang mulai banyak disetujui di banyak negara.  Anak berusia 11-12 tahun memperkosa tetangganya yang berusia 6 tahun.  Sampai kakek-kakek yang tega memperkosa cucunya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecurangan-kecurangan dalam usaha.  Kotornya politik.  Korupsi yang terbuka. Polisi yang mudah disuap. Hakim yang selalu menunggu uang untuk memenangkan perkara.  Bahkan ada pendeta yang menggelapkan uang gereja di Jakarta.  Ada juga pendeta ketahuan berselingkuh dengan jemaatnya, tetapi tetap saja santai berkhotbah dan “melayani” tanpa merasa bersalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia ini celaka. Bangsa kita Indonesia celaka. Keluarga kita pun terancam. Anak-anak kita terancam. Semuanya terancam oleh kehancuran moralitas dunia di segala aspek.  Apa yang dapat kita lakukan bagi keluarga kita? Anak-anak kita? Bagaimana kehidupan generasi masa depan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai, para orang tua—dan hai kamu anak-anak muda yang akan menjadi orang tua kelak—, engkau bertanggung jawab kepada Tuhan akan kehidupan keluargamu!</strong> Akan menjadi apakah anak-anakmu kelak, akan sangat tergantung pada apa yang kita berikan bagi mereka sebagai modal hidup?</p>
<p style="text-align:justify;">Mezbah keluarga merupakan sarana terbaik untuk membangun kehidupan rohani yang baik bagi seluruh anggota keluarga.  Renungan firman dan doa yang dinaikkan akan memberikan Alkitab sebagai firman Tuhan menjadi standar kebenaran yang mutlak bagi kehidupan anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Orangtua, sebagaimana layaknya pendeta atau hamba Tuhan dalam gereja, memiliki tanggung jawab untuk menggembalakan kawanan umat Allah yang berada dalam rumah tangganya.  Ayah harus bertanggungjawab mengambil keputusan sebagai kepala keluarga untuk memulai mezbah keluarga.  Dengan demikian, Saudara dapat menemukan peran sebagai gembala keluarga untuk dapat mewariskan iman kita kepada istri dan anak-anak—serta seluruh anggota keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tiga petunjuk praktis untuk memulai kehidupan mezbah keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Mulailah Sedikit demi Sedikit</span>.</strong><strong> </strong> Ingatlah bahwa tidak seorang pun mampu lari marathon tanpa berlatih sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Hal yang sama berlaku untuk memulai kehidupan doa dalam keluarga. Tidak perlu mengumumkan bahwa kita akan mengambil setengah jam setiap hari untuk berdoa bersama, mulai hari ini!   Ini sangat tidak bijaksana, karena akan terdengar saat otoriter dan memaksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah dan ibu dapat memberitahukan kepada anak-anak bahwa kita akan mencoba mulai berdoa bersama sebagai keluarga.  Seminggu sekali selama 15 menit saja pada malam hari. Tentukan waktu yang nyaman untuk semua anggota keluarga.  Jika ada anak yang bertanya, “Ngapain <em>sich</em> tiba-tiba aneh begini? Buat apa menghabiskan waktu untuk itu?”  Jawablah dengan bijak, “Papa mama ingin berdoa bagi kamu (semua anak-anak); dan papa mama ingin mendengar kamu berdoa bagi papa mama.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pekalah terhadap kenyamanan anak-anak</span>.</strong><strong> </strong> Ketika memulai mezbah keluarga, belajarlah untuk peka terhadap kenyamanan anak-anak dan semua yang ikut dalam ibadah itu. Pada prinsipnya, jangan sampai kehidupan doa keluarga ini menjadi hal yang bertele-tele dan malah dibenci oleh anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan membaca Alkitab panjang-panjang karena akan mengantukkan.  Jangan pula berdoa terlalu panjang sendirian.  Ingatlah bahwa penjahat di sisi Tuhan Yesus yang bertobat hanya mengucapkan satu kalimat sebagai doanya, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk. 23:42).</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Aturlah agar semuanya terlibat</span>.</strong><strong> </strong> Walaupun mungkin si papa merasa keluarganya yang lain belum siap terlibat, jangan memaksa memimpin seluruh ibadah keluarga itu sendirian.  Misalnya, berikan kesempatan membaca Alkitab kepada mama. Lalu, ketika berdoa… mintalah anak-anak berdoa untuk papa mama dan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik sekali jika sebelum saling mendoakan, masing-masing anggota keluarga mensharingkan apa yang menjadi pergumulan mereka untuk didoakan. Dengan cara demikian, orang tua dapat lebih mengerti pergumulan anak dan anak pun mengerti pergumulan orang tuanya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/doa/'>doa</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/keluarga/'>keluarga</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan/'>pertumbuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=196&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/20/mezbah-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dare to Dream</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/dare-to-dream/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/dare-to-dream/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 18:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu semboyan yang umum di antara para terpidana yang dijatuhi hukuman mati di penjara federal Amerika adalah “Anda tidak mempunyai harapan sedikit pun.”  Ini memang pernyataan yang menyedihkan dan penuh keputusasaan, yang merampas harapan sekecil apapun yang dimiliki para terpidana mati.  Seakan-akan dikatakan, “Anda sebentar lagi akan mati. Anda tidak punya penghasilan.  Anda bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=203&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu semboyan yang umum di antara para terpidana yang dijatuhi hukuman mati di penjara federal Amerika adalah “Anda tidak mempunyai harapan sedikit pun.”  Ini memang pernyataan yang menyedihkan dan penuh keputusasaan, yang merampas harapan sekecil apapun yang dimiliki para terpidana mati.  Seakan-akan dikatakan, <em>“Anda sebentar lagi akan mati. Anda tidak punya penghasilan.  Anda bahkan tidak memiliki hidup untuk diperjuangkan—karena engkau pasti mati sebentar lagi.  Anak-anakmu malu mengakui mereka punya orang tua penjahat sepertimu.  Istri atau suamimu memilih untuk menutup mata dan tidak datang mengunjungimu.  Lagipula, tidak heran jika surat cerai dari pasanganmu akan segera tiba. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Engkau mungkin masih akan hidup beberapa hari lagi, namun jangan berharap sesuatu akan dapat berubah.  Tidak ada yang akan berubah!  Jangan harapkan apa pun akan menjadi lebih baik.  Anda sedang mendapatkan yang layak anda terima.  Anda tidak punya harapan sedikit pun!  Jangan bermimpi!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun kehidupan seperti ini begitu terasa nyata dalam penantian para terpidana di dalam penjara, namun sedihnya, banyak orang yang hidup di dunia juga “terpenjara” dalam dirinya sendiri.  <strong>Ada banyak orang hidup secara fisik, namun mati secara jiwa dan emosi.</strong> Mereka bangun di pagi hari, makan pagi, beraktifitas sepanjang hari, makan siang, makan malam, dan tidur kembali—tanpa tahu untuk apa mereka terbangun di pagi harinya hanya untuk melewati waktu tanpa tujuan yang pasti.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita terpenjara dalam kehidupan yang tidak berarti, tidak berani bermimpi karena semua kepahitan dan kekecewaan kita akan hidup kita.  Betapa banyak sadar-tidak-sadar, berkata dalam jiwanya, “Inilah hidupku yang tidak ada apa-apanya.  Ini sudah terbaik yang bisa saya dapatkan. Segala sesuatu tidak akan menjadi lebih baik!  Jadi lewati sajalah hidup sehari demi sehari.”</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa menyedihkannya kehidupan seperti ini!  Apakah memang Tuhan mengatur kehidupan beberapa orang untuk menjadi pecundang?  Apakah memang “nasib” tidak dapat diubah karena telah Tuhan tetapkan?  Apakah memang kita tidak boleh bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik?  Mengapa penting untuk bermimpi?  Apa yang Tuhan katakan mengenai kehidupan yang penuh kepahitan dan kekecewaan seperti ini?</p>
<p><span id="more-203"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Markus 2:22</strong> menulis, “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&#8221;  Buanglah kantung kulit yang lama itu!</p>
<p style="text-align:justify;">Berabad-abad yang lalu, anggur disimpan dalam kantung kulit anggur, bukan dalam botol.  Kulit hewan dikeringkan dan diawetkan sampai kulit tersebut dapat dibentuk menjadi bejana untuk menyimpan anggur. Jika kantung itu baru, sifatnya lembut dan mudah ditekuk; tetapi jika sudah tua, kantung tersebut kehilangan kelenturannya.  Ia tidak mempunyai daya pegas lagi. Kantung tersebut menjadi keras dan kaku, serta tidak dapat membesar.  Jika seseorang mengisikan anggur yang baru ke dalam sebuah kantung kulit tua, bejana itu akan pecah dan anggur tersebut akan tumpah.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang menarik, saat Yesus ingin mendorong para murid untuk memperbesar visi mereka, Ia mengingatkan mereka, “Anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantung kulit yang lama.”  Tuhan Yesus sedang mengatakan bahwa tidak dapat mempunyai kehidupan yang lebih baik dengan sifat dan sikap yang terbatas dan kaku. Pembelaran ini masih terus relevan sepanjang masa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita kaku dalam cara-cara pikir kita, terbelenggu oleh sudut pandang kita, dan terhenti pada cara berpikir kita. Tuhan sedang berusaha melakukan sesuatu yang baru, tetapi tanpa kita mau berubah, tanpa kita mau memperluas dan memperbesar visi ktia, kita akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita mungkin berkata, <em>“Ko, tidak mungkin ada yang baik dalam diriku. Aku miskin. Keluarga payah. Apa yang baik yang mungkin bisa terjadi dalam hidupku?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang lain mungkin berkata, <em>“Memikirkan masa depan? Sekarang saja aku sudah putus sekolah. Menyesal juga tidak menolong. Apa yang baik yang masih mungkin terjadi pada orang payah seperti aku?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga yang mungkin berpikir, <em>“Sudah-sudahlah bicara tentang harapan yang lebih baik.  Aku sudah dengar banyak janji dari khotbah dan Alkitab, tapi toh kehidupanku tetap saja tidak berubah sampai sekarang.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Satu-dua di antara kita mungkin berseru dalam hati, <em>“Aku tidak percaya!  Aku tidak percaya Tuhan sanggup mengubah orang-orang yang terus menyakiti aku sepanjang hidupku.  Buktinya, aku masih terus dalam keadaan ini sekarang.  Aku benar-benar tidak ada harapan lagi untuk bahagia.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah kantung kulit lama kita. Pikiran-pikiran yang menjebak kita sendiri untuk tidak lagi punya harapan untuk kehidupan yang lebih baik.  Kita berhenti berharap dan berhenti bermimpi.  Beberapa di antara kita mungkin berhenti berdoa karena hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kabar baiknya hari ini adalah bahwa <strong>Tuhan ingin memperlihatkan kemurahanNya yang luar biasa.  Ia ingin mengisi hidup kita dengan anggur yang baru.  Janji berkat dan pemulihan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya, adalah apa kita mau membuang kantung kulit lama kita?  Maukah kita memperbesar visi anda dan menyingkirkan cara-cara berpikir negatif yang membuat kita tertahan jauh dari berkat Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong>Sejak kecil Tara Holland memimpikan menjadi Miss Amerika. Pada tahun 1994, ia mengikuti kontes Miis Florida dan memenangkan hanya runner-up. Ia memutuskan kembali mencoba tahun berikutnya.  Dan Ia gagal untuk kedua kalinya. Tara tergoda untuk kecewa dan putus asa, tetapi ia tidak melakukannya. Ia tetap memusatkan perhatiannya pada apa yang Ia inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia memutuskan bahwa ia perlu mengubah lingkungan hidupnya. Karena itulah, ia pindah ke Kansas dan pada tahun 1997, Ia mengikuti kontes Miss Kansas dan memenangkan mahkota. Pada tahun yang sama ia pergi mengikuti kompetisi yang lebih tinggi dan berhasil dimahkotai sebagai Miss Amerika.  Sebuah impian yang menjadi kenyataan yang telah begitu lama diusahakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah wawancara setelah kontes itu, seseorang bertanya apa yang menjadi rahasia keberhasilannya.  Ia mengaku bahwa setelah kalah dua kali berturut-turut ia telah tergoda untuk menyerah, tetapi sebaliknya ia pergi dan menyewa belasan video kontes lokal, kontes negara bagian, Miss Teen, Miss Universe, Miss World—apapun rekaman yang dapat ditemukannya. Ia menyewa ratusan video dan menontonnya berkali-kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali ia menonton banyak wanita muda seusianya itu dimahkotai sebagai pemenang, Tara membayangkan dirinya sendiri dalam situasi tersebut.  Ia setiap hari membayangkan bahwa ia berjalan di sepanjang landasan kemenangan. Tidak jarang ia bahkan bermimpi dalam tidurnya memenangkan mahkota. Sampai akhirnya, Ia sungguh meraih apa yang diimpikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Memandang dirinya sendiri sebagai seorang pemenang, kata Tara, adalah kunci keberhasilannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tara Holland menyadari bahwa ia tidak akan pernah menjadi seorang pemenang sebelum ia sendiri sungguh dapat memandang dirinya sebagai seorang pemenang.  Ia harus memprogram kembali pikirannya—menyingkirkan sebanyak mungkin kenangan kekalahan yang menyakitkan.  Ia harus mengubah visi dirinya bukan sekadar sebagai juara kedua (runner-up) tetapi “melihat” visi yang lebih tinggi sebagai juara.  Tara Dawn, along with her husband Jon, is the founder of Cross &amp; Crown Ministries, based in Omaha, NE. They are currently traveling the globe with appearances scheduled in Peru, Sudan, Italy, and Germany, as well as in the U.S.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan mempunyai begitu banyak hal yang disimpanNya untuk Saudara.</strong> Mulailah membuat ruangan untuk apa yang sedang anda impikan—seberapa pun terasa mustahilnya.  Lihatlah itu dalam diri kita.  Mulailah melihat diri anda sendiri sedang naik ke tingkat yang lebih tinggi, melakukan sesuatu yang berarti, hidup dalam rumah impian Saudara.  Beranikanlah diri.  Mulailah melihat kehidupanmu berubah.  Lihatlah orang-orang yang pernah dan sedang menyakitimu berubah.  Lihatlah dirimu yang lebih berbahagia karena tidak lagi menyimpan luka batin dan dendam.  Lihatlah Tuhan mengubahkan ratap kita menjadi tarian.  Lihatlah dirimu pindah ke rumah yang lebih baik dari sekarang beberapa tahun ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah dengan mata rohanimu yang bersih bagaimana Tuhan akan membuat gereja kita penuh sesak 4-5 tahun ke depan.  Karena inilah yang telah saya lihat sekarang.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan/'>pertumbuhan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/sukses/'>sukses</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=203&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/dare-to-dream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengalami Firman</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/mengalami-firman/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/mengalami-firman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 18:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[firman]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang masuk dalam pikiran manusia selalu mempengaruhi hidup dan tindakan seseorang. Itulah yang menjadi tesis dasar Richard Brodie dalam bukunya “Virus of the Mind”.  Kita dapat memperbaiki kehidupan kita dengan menyadari adanya virus-virus yang menggerogoti akal budi kita dan mempengaruhi penilaian kita akan kehidupan.  Dengan menanamkan nilai-nilai yang lebih “sehat” maka pemaknaan kehidupan akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=199&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apa yang masuk dalam pikiran manusia selalu mempengaruhi hidup dan tindakan seseorang. Itulah yang menjadi tesis dasar Richard Brodie dalam bukunya “<em>Virus of the Mind</em>”.  Kita dapat memperbaiki kehidupan kita dengan menyadari adanya virus-virus yang menggerogoti akal budi kita dan mempengaruhi penilaian kita akan kehidupan.  Dengan menanamkan nilai-nilai yang lebih “sehat” maka pemaknaan kehidupan akan menjadi berbeda.  Kita dapat menentukan sendiri kebahagiaan kita dengan menyetel pikiran dan akal budi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tesis ini ada benarnya.  Seringkali kita menilai kebahagiaan kita dengan standar yang keliru, dan terlalu tinggi sehingga tidak pernah merasa bahagia. Jika kita dapat menurunkan standar kita untuk mengukur kesuksesan, maka kita akan lebih mudah menggapainya kebahagiaan—tanpa harus selalu stres dengan apa yang tidak tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, kesalahan fatalnya adalah bahwa kebanyakan orang akhirnya mengabaikan Tuhan, dan merasa dapat mencapai kebahagiaan dengan usahanya sendiri.  Mengatur pikiran dan kerja keras cukup, tidak butuh Tuhan untuk menolong.  Inilah yang ditanamkan oleh dunia.  Inilah yang juga sering secara tidak sadar tertanam dalam benak banyak orang Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya, firman Tuhan pun tidak lagi dianggap sebagai hal yang berharga dan penting.  Kita sibuk mengejar kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dengan usaha kita sendiri, tanpa Tuhan. Dan beberapa kelompok orang bahkan mungkin menganggap Alkitab sebagai virus yang harus dibuang untuk dapat mencapai kebahagiaan tanpa tuntutan ini-itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi.</strong> Pada tahun 1995, Robert Harlan divonis bersalah dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan secara keji terhadap seorang pelayan bar.  Dia dihukum mati. Namun lebih dari sepuluh tahun kemudian, Kejaksaan Agung Colorado mencoret hukuman mati dari daftar alternatif hukuman seorang narapidana.  Yang menarik adalah bahwa alasan pencabutan aturan ini ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan bukti-bukti baru atau kesalahan analisa DNA.  Pengadilan mendengar bahwa beberapa juri yang memutuskan perkara tersebut mengaku bahwa mereka membaca dan menyelidiki Alkitab selama mereka menggumulkan kasus tersebut.  Para juri tersebut memfokuskan penyelidikan Alkitab mereka pada ayat-ayat yang berhubungan dengan prinsip keadilan, seperti konsep “mata ganti mata”.  Dengan tuduhan negatif mencari dukungan Alkitab untuk mencari apa yang Tuhan katakan mengenai hukuman mati, pengadilan memproklamirkan bahwa “Alkitab adalah penghalang bagi para juri untuk memikirkan perkara tersebut dengan pemikiran mereka sendiri.”  Pengadilan memutuskan bahwa <strong>Alkitab dilarang untuk digunakan sebagai pertimbangan benar salah! </strong> Sementara itu siapa pun boleh mencari pertimbangan apa pun dari materi yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan ini sangat mengerikan.  <strong>Masalah ini menjelaskan kepada kita bagaimana dunia masa kini lebih memilih untuk memutuskan kebenaran tanpa standar atau patokan apapun.</strong> Bagaimana mungkin menetapkan benar salah tanpa patokan yang mutlak dari Sumber Kebenaran yang mutlak?  Namun begitulah dunia yang kita tinggali saat ini memandang Alkitab justru sebagai buku kuno yang tidak relevan—bahkan menyesatkan.</p>
<p><span id="more-199"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada masa kini ada banyak tokoh atau buku atau trend yang membuat kita semakin jauh dari firman Tuhan.  Dan kita—serta banyak orang Kristen lain—tidak jarang merasa ada banyak hal-hal yang luar biasa menarik dan luar biasa baik untuk kita pelajari daripada Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oprah dianggap sebagai pemimpin rohani. </strong> Pada musim gugur 2005 lalu, Oprah Winfrey baru aja merayakan 20 tahun kiprahnya dalam dunia pertelevisian dengan program yang sangat luar biasa,  <em>Oprah Winfrey Show</em>.  Dalam waktu 20 tahun tersebut, Ia telah mengumpulkan uang sebanyak $ 1,4 miliar.<a href="/My%20Files/Sermon/Mengalami%20Firman%20-%2013.08.06.doc#_ftn1">[1]</a> Program mingguan ini ditonton oleh 49 juta pemirsa setiap minggunya (ini belum termasuk penyiarannya di 122 negara lain di luar Amerika)—dengan topik yang sangat beragam, mulai dari bahan makanan sarapan sampai pembunuhan masal di Rwanda.  Rating program ini dapat dikatakan merupakan program televisi terbaik dan paling banyak ditonton di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Cathleen Falsan,  penulis masalah agama di <em>Chicago Sun-Times</em>, berkata bahwa Oprah dapat menjadi pendeta atau pastor Amerika.  Dia memiliki dukungan kuat untuk teori ini.  6600 responden (33%) dalam sebuah survey <em>beliefnet.com</em> pernah menyatakan bahwa tayangan Oprah Winfrey lebih memiliki pengaruh yang lebih nyata daripada rohaniwan (atau hal-hal rohani, termasuk khotbah dan Alkitab).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bukunya yang berjudul “<em>The Gospel according to Oprah</em>”, Marcia Nelson mengklaim bahwa integritas kehidupan Nona Winfrey memberikan pengaruh besar dalam kehidupan rohaninya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah artikel dalam <em>The USA Today</em> juga menuliskan bahwa bagi beberapa orang, Oprah tidak lagi dianggap sebagai manusia biasa. Setengah dewa. Setengah Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jamie Foxx, seorang aktor terkenal yang terakhir ini bermain dalam “Miami Vice” juga pernah berkata, “Engkau harus pergi ke surga. Semua orang menantikan Tuhan, dan Oprah Winfreylah orangnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Wah</em>, betapa hebatnya bisa seorang yang tidak sempurna di dunia yang penuh cacat cela mempengaruhi orang lain.  Saya pun—sejujurnya—mengagumi Oprah. Namun, jika kita sedikit saja cukup cermat mengamati, kita tahu bahwa tidak ada seorang manusia berdosa pun yang cukup hebat untuk membawa kita mengalami transformasi rohani yang berefek kekekalan—selain firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita lebih tertarik untuk menonton sinetron, Oprah Winfrey show, gosip, dll daripada merenungkan firman Tuhan?  Karena tanpa sadar kita berpikir bahwa hal-hal duniawi itu lebih relevan dalam kehidupan saya daripada Alkitab.  <em>Pertanyaannya, benarkah Alkitab tidak relevan lagi bagi dunia masa kini?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hari ini kita akan memperhatikan alasan mengapa penting bagi kita untuk serius hidup bersama dengan firman Tuhan.  Kita akan menemukan tiga cara firman dapat mengubah kehidupan kita.</strong><a href="/My%20Files/Sermon/Mengalami%20Firman%20-%2013.08.06.doc#_ftn2"><strong><strong>[2]</strong></strong></a><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.  Firman Tuhan menunjukkan bagaimana menikmati keselamatan</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Ingatlah dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan” (v. 15)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong>Seorang gadis bernama Dee tumbuh dewasa dalam sebuah keluarga kaya di Timur Tennessee.  Ia memiliki segala sesuatu yang diinginkannya, namun bukan yang dibutuhkannya. Orang tuanya tidak pernah mengajaknya ke gereja, atau pun mengajarkan sesuatu pun padanya mengenai kekristenan.  Ketika Dee meninggalkan rumah untuk kuliah, ia mulai terlibat dalam minuman keras dan narkoba.  Dalam sekejab hidupnya seakan berada dalam pencarian yang tidak akan pernah berakhir akan pesta.  Setiap akhir pekan, bersama dengan teman-temannya ia suka sekali menyewa beberapa kamar hotel dan menghabiskan dua hari akhir pekan penuh untuk berpesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pesta akhir pekan tersebut, beberapa kali kelompok pesta tersebut akan mengadakan semacam lomba siapa yang paling banyak mencuri sesuatu dari kamar yang disewa.  Dee pun menceritakan bahwa yang paling banyak dicurinya dari hotel adalah Alkitab Gideon.  Semua temannya pun tertawa keras, dan Dee memenangkan kontes tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu kemudian, kehidupan Dee mulai hancur berantakan.  Suatu hari, ia menyadari bahwa ia hamil.  Aborsi nampak sebagai satu-satunya jalan keluar—karena ia telah pernah melakukannya sekali sebelumnya. Kekasihnya mencampakkannya.  Dee merasakan hidupnya hancur dan kesepian sendirian.  Tidak seorang teman pun peduli padanya.  Sampai satu malam, di tengah ketakutan, kecemasan dan kehancuran hatinya, Ia mengambil sebuah Alkitab Gideon yang dicurinya dalam sebuah kamar hotel.  Ia mulai membaca tanpa tujuan.  Ia membolak-balik lembar-lembar Alkitab itu sampai di 1 Samuel—dan mulai membaca.  Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Ia merasakan Tuhan sebagai Pribadi yang nyata baginya.  Tidak lama kemudian ia menerima Kristus dan bergereja. Hal itu terjadi 14 tahun yang lalu.  Hari ini, Dee dan anak gadisnya yang berusia 14 tahun selalu membagikan kesaksian mereka dengan penuh kuasa setiap saat ada kesempatan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Firman Tuhan menunjukkan dengan luar biasa bagaimana kita menemukan keselamatan.  <strong>Rancangan keselamatan Allah bagi kita nyatalah sangat berbeda dengan penawaran dunia.  Dunia berkata bahwa keselamatan membutuhkan usaha keras untuk dimiliki; firman Tuhan dengan jelas berkata keselamatan adalah hadiah cuma-cuma dari Allah (Ef. 2:8-9).  Dunia mengajarkan ada banyak jalan ke Roma, Alkitab berkata Kristus adalah satu-satunya jalan (Kis. 4:12; Yoh. 14:6).  Dunia mengajarkan bahwa Tuhan menolong mereka yang menolong diri mereka sendiri; Alkitab berkata bahwa Tuhan Allah menolong mereka yang tidak mampu menolong dirinya sendiri (Maz. 34:6).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sungguh Alkitab adalah buka yang luar biasa!  Puji Tuhan, ia menunjukkan kepada kita untuk menikmati keselamatan!</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita menyadari bahwa menabung akan menolong kita untuk jauh dari banyak masalah keuangan di masa depan,</p>
<p style="text-align:justify;">tentu tindakan yang benar adalah… menabung lebih sering dan lebih banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita menyadari bahwa susu akan menolong tulang kita tidak rapuh dengan cepat,</p>
<p style="text-align:justify;">kita pasti minum susu setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita sungguh menyadari bahwa firman Tuhan sungguh menyelamatkan kehidupan kita pada kekekalan,</p>
<p style="text-align:justify;">mengapa kita tidak menikmatinya setiap hari?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>2</strong><strong>.  Firman menunjukkan bagaimana menikmati kebenaran</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“<sup>2</sup>Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. <sup>3</sup>Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. <sup>4</sup>Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. <sup>5</sup>Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal…” (4:2-5).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rasul Paulus mengatakan bahwa dunia akan semakin kurang tertarik berbicara soal kebenaran, namun kita harus terus memberitakan kebenaran Tuhan.  Paulus berkata banyak orang akan menolak untuk mendengar firman Tuhan, namun orang percaya harus terus memberitakannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong> Chuck Colson, pendiri persekutuan di penjara, suatu kali hadir dalam sebuah pertemuan dengan CEO sebuah perusahaan penerbitan raksasa yang membanggakan diri berkata, “Koran terbitan kami merupakan pendorong utama disingkirkannya Sepuluh Hukum dari dinding-dinding sekolah umum di Amerika.”  Colson bertanya kepadanya mengapa pesan mengenai 10 Hukum Tuhan harus disingkirkan, dan ia menjawab, “Pesan (10 Hukum) tersebut bersifat eksklusif dan menyerang agama atau kepercayaan yang lain.  Lagipula, kita harus membedakan antara gereja dan negara.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dalam pertemuan yang sama, CEO terkemuka tersebut mengangkat topik pembicaraan mengenai kriminalitas dunia remaja.  Ia berkata, “Apa yang akan kita lakukan dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di kalangan remaja?  Kasus pencurian di sekolah-sekolah meningkat pesat sampai pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan dibandingkan dengan dekade yang lalu.  Apa yang dapat kita lakukan untuk mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa mencuri itu salah?”</p>
<p style="text-align:justify;">Colson berkata, “Mungkin kita harus menaruh pesan pada dinding sekolah, ‘Jangan mencuri.’”</p>
<p style="text-align:justify;">CEO menjawabnya, “Itu ide yang bagus!”   Entah sadar-atau-tidak, ia jelas tidak mengakui bahwa akibat perbuatannya sendirilah kriminalitas remaja meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong>Sebelumnya saya sempat menyinggung mengenai reformasi gereja dan kebangunan gereja protestan, sekarang saya ingin mengatakan sesuatu tentang gereja Katolik.  Sebagaimana yang kita ketahui, gereja Katolik menghadapi begitu banyak tekanan dari banyak pihak untuk mengubah prinsip praktis dan kepercayaannya.  Ada banyak orang yang ingin melihat peringatan gereja mengenai kontrol kehamilan dicabut, dan banyak yang ingin melihat wanita dianggap sebagai imam atau uskup.  Banyak juga yang berharap gereja Katolik bersikap lebih lembut mengenai isu aborsi dan seks pranikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat kedatangan Paus ke Amerika, ia berhadapan lagi dengan masyarakat luas mengenai isu-isu tersebut.  Di tengah begitu banyak tekanan yang dialamatkan padanya dan gereja Katolik, Paus menjawab dengan sangat bijaksana, <em>&#8220;It is not the church&#8217;s mission to change with the times; it is the church&#8217;s mission to change the ethos of the times.&#8221;</em> (Adalah bukan misi gereja untuk berubah seturut dengan jaman; [justru] misi gereja adalah untuk mengubah filsafat budaya jaman ini).  Jawaban yang luar biasa!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pemaknaan hidup seperti inilah yang seharusnya dimaknai oleh orang Kristen yang hidup dalam jaman yang begitu jauh dari kebenaran Allah ini<strong>.  Inilah yang apa yang dimaksudkan juga oleh Paus dalam Surat 1 Timotius.  Dia berkata bahwa kita tidak boleh membiarkan dunia mengubah kita; adalah tugas kita untuk mengubah dunia.  Dan firman Tuhan begitu penuh kuasa.  Jika kita sungguh dengan setia menghidupi kebenarannya, kita akan mengubah dunia! </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.  Firman Tuhan mengajarkan bagaimana menikmati hidup</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong>Pada awal abad ke-16 seorang biarawan bernama Martin Luther berada dalam sebuah katedral di Roma.  Kehidupannya diisi dengan aktifitas asketik—menyiksa diri—setiap hari.  Naik puluhan anak tangga dengan lututnya satu per satu sebagai usaha doa untuk meminta pengampunan dosa dari Tuhan.  Sampai suatu hari, sebuah ayat firman Tuhan menyentaknya seperti petir dari surga.  Ayat itu ditemukannya di Surat Roma, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman’” (1:17).</p>
<p style="text-align:justify;">Moment sentakan yang membuka mata rohani Luther ini menjadi awal dari serangkaian peristiwa sejarah gereja yang mengubah dunia.  Luther menyadari bahwa apa yang telah diajarkan gereja Katolik kepadanya selama ini jelas tidak konsisten dengan firman Tuhan.  Ia pun mulai mempertanyakan otoritas gereja, para pemimpin gereja, dan mengklaim bahwa otoritas firman Tuhan sepatutnya berada pada tempat yang utama.  Bukan aturan ini-itu yang diciptakan manusia yang penting. Bukan perintah pastur atau pendeta yang penting untuk diikuti dengan ketaatan yang mematikan. Karena Tuhan sendiri tidak pernah menciptakan banyak peraturan untuk hidup kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Luther membuka mata kita bahwa Alkitab tidak pernah dimaksudkan untuk mempersulit kehidupan anak-anak Tuhan.</strong> Tuhan tidak pernah mau kita menyiksa diri untuk menyenangkan hati Tuhan.  Tuhan tidak ingin kita sampai harus menghabiskan waktu kita menyenangkan hati Tuhan dengan membaca Alkitab 8 jam sehari, dengan padatnya jadwal pelayanan yang melelahkan, dengan memberikan persembahan uang sebanyak mungkin sampai 60-70%, dsb.  <em>Wow</em>, Tuhan tidak pernah meminta kita memberikan hidup kita sampai habis-habisan seperti itu.  Tuhan tidak ingin kita menjadikan Tuhan sebagai beban kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mereka yang sungguh-sungguh membaca firman Tuhan akan semakin menemukan betapa mudahnya menyenangkan hati Bapa kita.</strong> Sama sekali Tuhan tidak pernah menuntut kita melakukan ritual macam-macam yang menyusahkan kita.  Tuhan tidak mengatur hidup kita dengan begitu detilnya.  Tuhan tidak memberikan banyak larangan dan perintah.  Banyak pendeta dan pemimpin gerejalah yang seringkali menciptakan kerumitan dan peraturan yang memberatkan jemaat, <span style="text-decoration:underline;">bukan</span> Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Banyak orang mungkin tidak tertarik untuk membaca firman Tuhan karena tidak ingin terlalu banyak tahu tentang benar salah yang mereka pikir pasti membuat hidup mereka semakin sulit dan bergumul.  Salah besar. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mari saya berikan kabar baiknya…. bahwa mereka yang sungguh menikmati Alkitab akan menemukan betapa mudahnya menyenangkan hati Tuhan!  Haleluya!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Alkitab adalah buku yang penuh kuasa. Dan ia mengajarkan bagaimana kita dapat menikmati kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita menyadari pentingnya makanan dan gizi baik setiap untuk kesehatan fisik,</p>
<p style="text-align:justify;">karena itulah kita tanpa disuruh-disuruh pun terus makan setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita diingatkan bagaimana firman Tuhan bagi kesehatan rohani dan emosional,</p>
<p style="text-align:justify;">mengapa kita tidak “mengkonsumsi” cukup ayat firman Tuhan untuk menjaga kondisi jiwa kita setiap hari?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi.</strong> Tyndale House Publishers menemukan bahwa mereka yang membaca Alkitab setiap hari menghasilkan perspektif hidup yang positif dalam kesehariannya.  Menurut survey yang dikerjakan bersama dengan Barna Research Group menemukan bahwa:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>82% pembaca Alkitab aktif menjelaskan diri mereka sebagai <strong>pribadi yang merasa damai sejahtera</strong>, sebaliknya hanya 58% yang berkata sama pada kelompok yang tidak pernah membaca Alkitab.</li>
<li>78% pembaca Alkitab aktif mengatakan mereka merasa <strong>berbahagia sepanjang waktu atau lebih banyak merasa bahagia</strong>, sebaliknya hanya 67% yang berkata sama pada kelompok yang tidak pernah membaca Alkitab.</li>
<li>68% pembaca Alkitab aktif menjelaskan diri mereka sebagai pribadi <strong>penuh dengan sukacita</strong>, sebaliknya hanya 44% yang berkata sama pada kelompok yang tidak pernah membaca Alkitab.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alkitab jelas bukanlah sebuah buku biasa yang dapat kita abaikan.  Sepanjang sejarah kekristenan, begitu banyak Alkitab di banyak tempat telah dibakar, dilarang, dicekal, dicemooh, diludahi, dibuang, dihina, bahkan dibolak-balik oleh mereka yang tidak menyukainya—namun semuanya justru menunjukkan bahwa Alkitab begitu berharga dan tidak dapat diabaikan begitu saja.  Kuasanya begitu luar biasa bagi mereka yang menikmati firman Tuhan.  Di tengah begitu banyak tekanan “musuh” yang mencoba menggoyang kebenaran Alkitab, namun ia tetap menjadi buku terlaris di dunia.  Namun demikian, ingatlah bahwa tidak ada sesuatu pun yang berarti akan terjadi jika Alkitab hanya dibiarkan rapi di rak buku kita.  Jika hanya ada satu kesempatan membaca buku selama manusia hidup di dunia, Alkitab akan menjadi satu bacaan yang berarti kekekalan bagi mereka yang menikmatinya.  Firman Tuhan berkuasa untuk mengubah kehidupan kita, dan dunia, sampai kita pada akhirnya menikmati kekekalan surgawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Firman Tuhan masih relevan pada masa kini—dan terus akan semakin relevan menjelang kedatangan Kristus kedua kali nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Mengapa banyak orang “memusuhi” firman Tuhan?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena banyak orang membiarkannya berhenti pada pikiran, memilahnya, mengkritisinya, sebelum kemudian memilah-milahnya untuk ditaati dan tidak ditaati.  Firman tidaklah pernah dimaksud hanya sebagai pengetahuan logis rasional. Firman Tuhan ditulis untuk “menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. <sup>17</sup> Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2Tim. 3:16-17).  Melalui firman, tiap anak Tuhan diperlengkapi untuk perbuatan baik.  Jelas sekali, firman dimaksud untuk dihidupi. Dialami.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ada empat macam pribadi pembaca firman Tuhan</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Orang Fasik</strong> – membaca untuk mencari kesalahan Alkitab. Orang beragama lain yang berusaha menjatuhkan kekristenan. Tidak bermaksud untuk mengalami.  Memperlakukan Alkitab sebagai buku sesat.</li>
<li><strong>Orang Farisi</strong> – membaca dan melakukan firman, namun tanpa hati.  Orang Kristen yang hanya tahu melakukan dan menuntut orang melakukan hal yang sama, namun tidak memiliki hati dan kasih yang serupa Kristus.  Mengetahui dan mengenal firman, namun tidak mengalami.  Alkitab sebagai kitab hukum dan peraturan.</li>
<li><strong>Pembelajar </strong>– membaca dan menyelidiki firman untuk menemukan kebenaran dan pengetahuan, namun tidak mengalami firman. Alkitab sebagai kamus pengetahuan. Tipe orang Kristen intelek. Mahasiswa teologi. Beberapa hamba Tuhan. Tahu khotbah mana yang bagus dan kurang bagus, namun tidak punya kegerakan untuk melakukan.</li>
<li><strong>Anak Tuhan</strong> – membaca dan merenungkan firman untuk mengenali bagaimana dapat mengasihi Bapa.  Tahu ia tidak akan pernah sempurna mengasihi Bapa, namun terus berusaha keras melakukan firman Tuhan. Melakukan, menikmati dan mengalami firman Tuhan.  Alkitab sebagai roti hidup atau makanan rohani.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari ini saya ingin mencoba melangkah lebih jauh.  Khotbah ini tidak disusun sekadar untuk mendorong saudara untuk rajin baca Alkitab. Namun, saya menantang Saudara untuk mengalami firman Tuhan. Dan rasakanlah kemudian betapa luar biasanya berkat Allah di dalam kehidupan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilustrasi. </strong>Tidak banyak orang yang ingat bahwa tragedi teroris 11 September yang meluluhlantakkan WTC bukanlah hanya sekadar dua pesawat yang dikendalikan teroris.  Pesawat ketiga menghantam Pentagon, markas besar departemen pertahanan Amerika, dan menghancurkan sebagian sisi kantor yang besar tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat kejadian seorang petugas polisi, Isaac Hopii, berada di tempat kejadian namun tidak berada di dalam bagian gedung yang hancur.  Hopii segera mulai menolong banyak orang untuk keluar dari gedung.  Beberapa bahkan harus dipapahnya keluar.  Namun tidak berhenti sampai disana, Hopii ingin melakukan lebih.  Dengan hanya mengenakan seragam biru tipisnya—tanpa masker, tanpa pakaian pelindung khusus dari api, bahkan tanpa sapu tangan—ia berlari masuk ke dalam asap hitam tebal dari gedung yang hancur.  Beberapa orang berteriak mencegah dan memperingatkannya untuk berhenti dan tidak melakukan hal yang bodoh. Namun Hopii terus berlari masuk, “Harus ada yang menolong mereka keluar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah-tengah rasa tercekik akibat menghisap asap tebal, Hopii mendengar dengan jelas bahwa gedung tersebut terus retak semakin luas. Semakin berbahaya.  Ia berteriak dan terus berteriak dengan suara nyaring, “Apakah ada orang di sini? Apa ada orang?”</p>
<p style="text-align:justify;">Wayne Sinclair dan lima orang rekan kerjanya terjebak dalam kepulan asap yang membutakan dan menyesakkan.  Mereka sudah sangat panik.  Mereka tidak dapat melihat apapun. Berlari kesana-kemari mencoba mencari jalan keluar, namun tidak justru semakin terjebak karena tidak tahu kemana mereka melangkah.  Namun, mereka akhirnya mendengarkan suara Hopii yang memanggil.  Mereka balas menyahutnya, namun tidak dapat melihat apapun dalam kepungan asap yang sedikit lagi membunuh mereka.  Namun, mereka mendengar Hopii berteriak, “Ikutilah suaraku. Ikutilah arah suaraku.”  Dan demikianlah, harapan Wayne dan rekan-rekannya berkobar dan berusaha terus mengikuti suara Hopii sampai akhir mereka selamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus menolong setiap orang dengan cara yang sama, Ia berkata, “Ikutilah suaraku. Nikmatilah firmanKu. Alamilah kuasa firmanKu setiap saat dan engkau akan menikmati dunia.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="/My%20Files/Sermon/Mengalami%20Firman%20-%2013.08.06.doc#_ftnref1">[1]</a> Setara Rp 1,2 Triliun—artinya, untuk dapat mengumpulkan kekayaan sebanyak ini dalam 20 tahun, gaji atau penghasilan kita minimal harus 5 milyar rupiah per bulan!  Jika gaji kita Rp 10 juta sebulan, maka butuh 10.000 tahun untuk dapat Rp 1,2 triliun!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="/My%20Files/Sermon/Mengalami%20Firman%20-%2013.08.06.doc#_ftnref2">[2]</a> Quoted from Steve May, “<em>The Power of the Bible</em>” Sermon on Preachingtoday.com</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/firman/'>firman</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan/'>pertumbuhan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/sukses/'>sukses</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=199&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/mengalami-firman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemenang vs Pecundang</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/pemenang-vs-pecundang/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/pemenang-vs-pecundang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 17:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” — Roma 8:37 Kebanyakan orang hidup dengan kegagalan yang mematikan.  Mereka yang hidup dalam tekanan kegagalan akan menjadi orang “hidup-tapi-mati”. Hidup dalam kemiskinan, sakit penyakit, kegagalan dalam sekolah, kegagalan dalam usaha, gagal menyenangkan orang tua, gagal dalam relasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=188&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong> “</strong><em>Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita</em>” — Roma 8:37</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan orang hidup dengan kegagalan yang mematikan.  Mereka yang hidup dalam tekanan kegagalan akan menjadi orang “hidup-tapi-mati”.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup dalam kemiskinan, sakit penyakit, kegagalan dalam sekolah, kegagalan dalam usaha, gagal menyenangkan orang tua, gagal dalam relasi kasih sayang… kegagalan dalam membuat kita terpukul dan kehilangan diri untuk maju dan berkembang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Karena pemikiran-pemikiran seperti inilah banyak orang hidup dan tidak pernah menjadi lebih baik.  Mereka gagal bukan karena peristiwa atau keadaan atau kejadian tertentu, tetapi mereka menjadi orang yang gagal karena berhenti berusaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Gagal karena hanya tahu menyalahkan keadaan. Gagal karena hanya bisa menyalahkan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Apakah Tuhan memang membiarkan kita menjadi pecundang?</em> Apakah Tuhan sengaja membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita agar kita jatuh/gagal? Untuk apa Tuhan membiarkan kita mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan?</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam Alkitab ada sebuah kisah yang menarik mengenai kehidupan yang diubahkan…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, <strong>tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”</strong> [Yoh. 9:2-3].</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuhan ingin berkata, “Bukan salah siapa-siapa ia menjadi buta, bukan salah orang tuanya, bukan pula dosanya sendiri… tetapi ia menjadi buta untuk dapat memuliakan Allah dalam hidupnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Si buta ini bisa saja menjadi orang yang kerdil.  Hidup mengasihani diri karena ia buta.  Meminta-minta untuk makan. Mengemis.  Dan ia bisa saja memandang rendah “usaha”  Tuhan Yesus untuk menolongnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita percaya pasti sejak kecil orangtuanya sudah membawanya kemana-mana untuk mencoba menyembuhkan matanya… begitu banyak dokter yang katanya hebat dicoba, begitu banyak terapi dicoba untuk membuatnya melihat… begitu banyak obat mungkin yang dicobanya dengan penuh harap. Namun… tidak ada satu pun yang berhasil.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Perhatikan dalam perikop tersebut, Ia bahkan tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya.  Berbeda dengan orang kebanyakan yang mencari pertolongan dan mukjizat penyembuhan dari Yesus.  Mengejar Yesus kemana pun Ia pergi. Berusaha menyentuh Yesus untuk mendapatkan mukjizat. Menjamah jubahnya. Si buta ini sama sekali tidak memohon pertolongan seperti yang lain. Nampaknya ia memang tidak lagi berharap, ia sudah terlalu terbiasa dengan gelap gulitanya dunia.  Ia sudah menyerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun suatu hari tiba-tiba saja hidupnya berubah…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus sedang lewat di dekatnya, muridnya bertanya… dan Tuhan menjawab… lalu tiba-tiba saja Yesus Tuhan meludah ke tanah, mengaduk ludah tersebut, dan mengoleskannya pada matanya. “Pergilah, basuhlah diri dalam kolam Siloam.”  Dan si buta pun melihat!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ia dapat saja berkata, “Ah sudahlah Yesus, tidak perlu repot-repot mengurusi mataku… tidak bisa sembuhlah. Aku juga udah terbiasa kok.  Pakai segala jenis obat dan terapi saja tidak sembuh, masak pake ludah dan lumpur bisa sembuh?  Tidak masuk akal.  Sudah, pergilah… biarlah aku di sini aja, buta seperti biasa.  Aku tidak keberatan kok.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Inilah ciri orang gagal atau pecundang?</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tidak memiliki daya juang</li>
<li>Tidak memiliki mimpi untuk diperjuangkan</li>
<li>Membiarkan diri dikuasai oleh pengalaman atau keadaan buruk</li>
<li>Membiarkan sifat buruk pribadi tanpa berjuang merubahnya</li>
<li>Selalu memiliki alasan untuk menghindari kewajiban hidup</li>
<li>Menyerah pada “nasib”</li>
<li>Banyak meminta pendapat namun tidak dapat memutuskan sesuatu sendiri</li>
<li>Hidupnya tidak berkembang, selalu begitu-begitu saja setiap tahun</li>
<li>Beberapa pecundang senang berusaha membuktikan “diri” dengan cara dan motivasi yang sangat salah &gt; pada akhirnya, menjebak diri sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita sering menyalahkan keadaan.  Menyerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menjadi seperti ini karena saya tidak mendapat kesempatan.  Saya memang tidak akan populer karena saya tidak menarik.  Saya tentu tidak akan bisa berhasil karena banyak orang terus mengolok-olok saya.  Mana mungkin saya bisa kaya, papa mamaku saja miskin.  Saya tidak mungkin menjadi WL karena saya rasanya tidak bisa menyanyi.  Wajar saja saya sulit mengendalikan emosi, papa saya selalu marah pada kami setiap hari.  Normal saja saya tidak bisa berhenti menyontek, semua orang di sekolah melakukannya.  Wajar kok saya berhenti, siapa yang tahan dimaki-maki terus setiap hari seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita tidak ingin dipersalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya saja dia lebih sabar, mungkin kami tidak perlu berpisah… Karena guru itu benci pada saya saja makanya saya nilaiku jelek…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun… perhatikan si buta itu. Ketika Tuhan menjamah dia, Ia langsung melangkah dengan iman. Keputusannya sendiri.  Dan… ia menikmati berkatnya sendiri pula!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ia berhenti memikirkan kegagalannya, kepahitan… ia menghadapi semua pergu-mulannya dengan iman.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan menjadi seorang pemenang!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Pilihan di tangan kita…</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ingin hidup begitu-begitu saja sebagai pecundang yang hanya tahu menyalahkan keadaan?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau…Melangkah dengan iman sebagai pemenang?</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan/'>pertumbuhan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/sukses/'>sukses</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=188&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/pemenang-vs-pecundang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Become A Better You</title>
		<link>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/become-a-better-you/</link>
		<comments>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/become-a-better-you/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 17:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willyem Onggo Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naskah Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://willyem.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Entropi: Kecenderungan Menurunnya Kualitas (Hidup) Kaca yang bening akan berdebu. Lantai yang bersih akan segera kotor. Baja yang mengkilat akan berkarat. Tembok yang putih bersih akan berlumut. Ya itu sebagian fenomena alam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Handphone secanggih apapun yang anda miliki akan sampai waktunya dimana dia mulai melambat dan menjengkelkan. Rumah semahal dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=184&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Entropi: Kecenderungan Menurunnya Kualitas (Hidup)</h2>
<p style="text-align:justify;">Kaca yang bening akan berdebu. Lantai yang bersih akan segera kotor. Baja yang mengkilat akan berkarat. Tembok yang putih bersih akan berlumut. Ya itu sebagian fenomena alam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Handphone secanggih apapun yang anda miliki akan sampai waktunya dimana dia mulai melambat dan menjengkelkan. Rumah semahal dan secantik apapun akan menjadi pudar.  Komputer yang tadinya cepat memproses data dan membuka program semakin lama semakin lambat dan rajin <em>hang</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada apa di balik semua itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu Fisika memiliki teori dan istilah spesifik untuk fenomena itu, yaitu <strong>entropi</strong>. Entropi dalam bahasa awam lebih kurang dapat dimengerti sebagai <strong>kecenderungan yang dimiliki oleh segala sesuatu dalam alam semesta ini menjadi berkurang atau menyusut kualitasnya.  Kecenderungan menurunnya kualitas keberadaan atau kehidupan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Entropi atau kecenderungan menurunnya kualitas keberadaan itulah yang menyebabkan kita harus selalu bekerja membersihkan kaca tiap hari. Melakukan perawatan pada rambut, motor, mobil, handphone, apapun yang kita miliki. Anda harus mengepel lantai tiap hari. Jangan lupa, Anda sendiri harus selalu mandi tiap hari, walaupun diam di rumah seharian. Selain itu Anda harus berolah raga, walaupun anda dulunya pernah jadi juara bayi sehat se-Indonesia tapi kalau tidak olah raga ya hasilnya sekarang pasti loyo.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan dan kerohanian kita. Semangat hidup dan kerohanian kita dapat terkikis oleh waktu.</strong> Buktinya, semakin bertambah usia, pengharapan dan semangat kita memasuki tahun baru tidak lagi sebesar dulu.  Kita yang pernah sangat antusias berharap akan keadaan yang lebih baik di tahun baru berubah menjadi pribadi yang semakin getir.  Orang yang dulunya positif dan optimis semakin lama semakin skeptis dan pesimis. Iman yang pernah luar biasa bisa menjadi sagat lemah. Kerohanian yang pernah hangat—bahkan bergelora—di awal perjumpaan dengan Tuhan bisa menjadi dingin dan kering.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah entropi kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam sebuah khotbahnya, John Ortberg berkata bahwa entropi adalah musuh terbesar bagi jiwa manusia. Bukan hanya musuh terbesar bagi alam semesta, tetapi juga bagi saudara dan saya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Max Depree, seorang pengajar dan penulis banyak buku klasik seputar kepemimpinan, suatu kali ditanya oleh seorang peserta seminarnya tentang apa yang hal yang paling sukar yang secara pribadi harus dihadapi oleh Max sebagai seorang pribadi.  Max berkata, “Yang paling sukar dihadapi dalam hidup adalah gangguan entropi dalam kehidupan.”  Itulah hambatan kita untuk menjadi pribadi yang terbaik dengan pencapaian terbaik.</p>
<p><span id="more-184"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Entropi. Musuh terbesar dalam jiwa kita. Itulah yang harus kita sadari dan kita lawan setiap hari. Inilah salah satu pembelajaran terpenting bagi kita memasuki tahun baru ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan sampai kita menjadi orang yang semakin pesimis dan negatif menjelang kehidupan di depan.</strong> Impian yang tidak tergapai. Harapan yang rasanya tergantung di awan. Doa yang belum terjawab. Hal-hal semacam ini harus dapat kita jaga untuk tidak membuat kita cenderung semakin pahit memandang kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa yang buruk kemarin, tidak akan selalu buruk esok hari.  Sebaliknya, apa yang sip dan luar biasa kemarin tidak berarti akan selalu sip dan luar biasa esok hari. Anda bisa excellent minggu lalu, tetapi tidak berarti pasti excellent minggu ini.  <em>We have to work on it!</em> Kita harus mengupayakannya setiap saat!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Alasan yang sama, membuat kita harus mewaspadai semangat pelayanan dan hati kita bagi Tuhan setelah natal berlalu</span>.  Setelah November-Desember yang “gila-gilaan” buat Tuhan, ada banyak sekali orang Kristen yang melempem di Januari.  Ada banyak pelayan Tuhan yang seperti turun mesin setelah natal berlalu. Kemalasan dan keengganan untuk ke gereja (apalagi pelayanan) umumnya hampir otomatis menyerang seperti virus yang cepat menular.  Hal serupa juga bisa menyerang emosi (menjadi rapuh dan tidak stabil).  Waspadalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Entropi membuat kita seringkali gagal menapaki tahun baru dengan semangat dan kegairahan yang penting untuk menjalani kehidupan di depan.</p>
<h2>Kita punya Tuhan yang memberikan segala sesuatu baru bagi kita setiap hari!</h2>
<p style="text-align:justify;">Semakin banyak orang pesimis berkata, “Sudahlah. Tidak ada sesuatu yang baru dari tahun baru.”</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa kelirunya!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ratapan 3:21-24.</strong> <sup>21</sup>Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: <sup>22</sup>Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, <sup>23</sup>selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! <sup>24</sup>&#8220;TUHAN adalah bagianku,&#8221; kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di ayat 20, Salomo berkata bahwa ketika Ia mengingat semua hal buruk dalam kehidupan yang dilihat langsung olehnya, hatinya menjadi tertekan. Dari ayat satu sampai duapuluh, begitu banyak hal buruk dan kegetiran yang dipaparkannya; dan Salomo mengakui bahwa semua itu mengacaukan hatinya, menekan jiwanya dan mampu membuatnya pahit menjelang masa depan.  Ia tahu semua kegetiran hidup, tetapi Ia tidak berhenti di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tetapi, aku memutuskan dan memilih bahwa hal-hal inilah yang kuperhatikan, yaitu bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan. Tidak pernah berhenti anugerahNya. SELALU BARU SETIAP HARI!  TUHAN ADALAH BAGIANKU, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya!”</p>
<p style="text-align:justify;">Salomo percaya bahwa di dalam Tuhan, dia punya masa depan yang layak untuk dihadapi dengan antusias dan kegairahan.  Dia memilih, dia memutuskan, untuk tidak membiarkan hidup dan jiwanya getir dan pesimis akan kehidupan—seberapa pun banyak masalah dan pengalaman buruk yang dia lewati di masa lalu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>He is the One who make all things new! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mari serukan bersama, seperti Salomo:</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku memutuskan dan memilih bahwa hal-hal inilah yang kuperhatikan, yaitu bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan. Tidak pernah berhenti anugerahNya bagiku SELALU BARU SETIAP HARI!  TUHAN ADALAH BAGIANKU, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya!”</p>
<h3 style="text-align:justify;">Things Worth-and-Must To Do</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menjelang kelimpahan berkat Tuhan di 2010 ini?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pertama, pembaharuan rohani</span>.</strong> <strong>Spiritual Refreshment.</strong> Ini seperti melakukan maintenance rohani di awal tahun. Serupa dengan maintenance komputer atau kendaraan, ini soal membuang apa yang sudah usang, buruk dan merusak (mis. spyware, registry error, oli, dsb); dan memastikan sistem kita segar, ringan dan tidak terbebani masalah masa lalu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kedua, pembaharuan kualitas pribadi</span>.  Personal Quality Refreshment. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa yang saya maksudkan sebagai kualitas pribadi di sini adalah menyangkut karakter, sifat dan gaya hidup. Juga soal hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan.  Selain pembaharuan rohani, hal-hal ini pun harus berubah.  Fakta logisnya adalah pembaharuan rohani akan menghasilkan pembaharuan kualitas pribadi secara otomatis. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita melakukan segala sesuatu dengan standar tahun lalu dan kita tahu sudah tahu seperti apa hasil yang kita dapat. Anda punya dua pilihan: [1] membiarkan diri tetap hidup dengan cara dan standar yang sama dengan tahun-tahun lalu; atau [2] mendorong diri untuk menggapai kualitas pribadi yang lebih baik untuk menikmati kehidupan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda masih ingat khotbah “Rise Up” yang saya khotbahkan tahun lalu, anda tentu menyadari bahwa pilihan pertama (hidup tetap dan tidak mau berubah lebih baik) sama dengan penurunan. Penurunan kualitas hidup.</p>
<h3 style="text-align:justify;">The year will never be better unless you become a better you</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kita punya pilihan: menjadi diri kita yang seadanya, atau menjadi diri kita yang terbaik</strong>. The best us. The best of me. Menjadi diri kita seadanya sama dengan <em>deteriorate</em>. <strong>We have to make sure that we make a better move. Or, we fail again and again.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Ini faktanya</span>: <strong>Jika anda ingin 2010 menjadi tahun yang lebih baik, tahun yang penuh perkara ajaib, tahun kelimpahan berkat, anda harus berupaya dengan sadar untuk menjadi pribadi yang lebih baik</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">If you want 2010 become a better year, you should become a better you.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun baru akan menjadi tahun yang lebih buruk daripada tahun sebelumnya jika tidak ada keinginan untuk mengubah diri dan menjadi lebih baik.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Bagi Dialah yang sanggup memberikan jauh lebih banyak!</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong>Efesus  3:20.</strong> Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Berdirilah tegak. Angkatlah kepalamu. Tegapkan langkah kakimu. Pastikan apa yang harus menjadi pekerjaan tanganmu.</strong> Jangan menyerah. Jangan kalah. Jangan biarkan waktu membuat anda menjadi lemah. Tetapi, jadilah pribadi yang <em>excellent</em>!  Dan nikmatilah berkat excellent sepanjang tahun ini!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Surely, God will bless you abundantly!</em> Tuhan memberkati anda dengan kelimpahan!</p>
<br /> Tagged: <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/pertumbuhan/'>pertumbuhan</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/sukses/'>sukses</a>, <a href='http://willyem.wordpress.com/tag/transformasi/'>transformasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/willyem.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/willyem.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=willyem.wordpress.com&amp;blog=4112511&amp;post=184&amp;subd=willyem&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://willyem.wordpress.com/2010/08/19/become-a-better-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e030c0f5ba8446792535578b6afdf8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Willyem</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
